Ketika Megawati Kenalkan Anak Angkatnya Dubes Timor Leste

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Bagi Ermenegildo Kupa Lopes, kunjungan Megawati Soekarnoputri ke Timor Leste bukan sekadar agenda kenegaraan. Momen itu membawanya kembali pada kenangan lebih dari 30 tahun lalu, saat dia tetap menjadi pemuda Timor Timur nan mengikuti perjuangan kerakyatan di Indonesia.

Juru bicara PDI Perjuangan (PDIP) Guntur Romli mengatakan, Kupa Lopes merupakan penduduk Timor Leste nan pernah menerima danasiwa dari Megawati saat menempuh pendidikan di Indonesia pada era Orde Baru. Kini, Kupa Lopes berkarier sebagai diplomat di Kementerian Luar Negeri Timor Leste dan menjabat sebagai Duta Besar Timor Leste untuk Kamboja.

"Saat berjumpa Presiden Ramos Hosta di Abu Dhabi dalam aktivitas Zayed Award 2026, Ibu Megawati menyinggung anak angkatnya ini. Ketika Ibu Megawati mengunjungi Timor Leste 8-10 Juli 2026, Bapak Kupa Lopes ikut menemput, mendampingi, hingga mengantar Ibu Megawati," kata Guntur seperti dikutip, Senin (13/7/2026).

Sementara itu, Kupa Lopes mengungkapkan, mengenal Megawati pada tahun 1993, di mana hubungan itu terjalin hingga tahun 1996. "Sebuah periode nan menjadi bagian krusial dalam perjalanan kerakyatan Indonesia sekaligus perjalanan hidup saya," kata Kupa Lopes.

"Pada masa itu, berbareng para pemuda Timor Timur nan tergabung dalam organisasi RENETIL di beragam kota di Jawa, Bali, dan wilayah lainnya, kami mengikuti dengan penuh perhatian perkembangan perjuangan kerakyatan di Indonesia," sambungnya.

Setelah menyaksikan Peristiwa 27 Juli 1996 (Kudatuli), saya berbareng sejumlah pemuda Timor Timur mengusulkan suaka politik melalui Kedutaan Besar Spanyol di Jakarta.

"Perjalanan itu membawa kami melewati masa-masa nan penuh tantangan, pengorbanan, dan angan bakal masa depan nan lebih damai. Sejak saat itu, waktu membawa kami menempuh jalan kehidupan dan pengabdian nan berbeda," kata Kupa Lopes.

Dia kembali berjumpa Megawati pada 6 Maret 2026 di kediamannya di Teuku Umar, Menteng, Jakarta, setelah nyaris 30 tahun berpisah.

"Pertemuan nan penuh kehangatan itu seakan menyambung kembali lembaran sejarah nan pernah terpisah oleh waktu. Setelah sekian lama, kami kembali bertemu, bukan lagi dalam suasana pergulatan politik, melainkan dalam suasana persahabatan, saling menghormati, dan penuh rasa kekeluargaan," ungkap dia.

Kehangatan itu bersambung saat kunjungan resmi Megawati ke Timor-Leste pada 8-10 Juli 2026. Dalam upacara kenegaraan, Megawati memanggil dan memperkenalkan dirinya di hadapan Presiden Jose Ramos Horta, Perdana Menteri Xanana Gusmão, serta para tamu kehormatan.

"Dengan penuh kehangatan dan kasih sayang, beliau memperkenalkan saya sembari berkata, 'Ermenegildo Kupa Lopes adalah anak saya'. Kalimat nan sederhana itu mempunyai makna nan begitu mendalam bagi saya. Bukan sekadar sebuah perkenalan, melainkan sebuah ungkapan kasih sayang, kepercayaan, dan penghormatan nan bakal selalu saya simpan di dalam hati," cerita Kupa Lopes.

"Kalau boleh, sejak hari itu saya memanggil beliau Mama Megawati bukan lantaran hubungan darah, melainkan lantaran kasih sayang, perhatian, dan ketulusan nan beliau berikan kepada saya. Bagi saya, panggilan itu adalah ungkapan hormat dan rasa syukur nan lahir dari hati, sebuah kenangan nan bakal saya jaga sepanjang hayat," sambungnya.

Kupa Lopes pun merasa bangga dan terharu saat menyaksikan Megawati dianugerahi penghargaan kehormataan tertinggi Republik Demokratik Timor Leste, nan disematkan oleh Jose Ramos Horta.

"Bagi saya, hari itu bukan sekadar sebuah peristiwa diplomatik. Hari itu adalah sebuah perjalanan sejarah nan seolah dipertemukan kembali oleh waktu. Dari seorang pemuda Timor Timur nan pernah melalui masa-masa penuh ketidakpastian pada tahun 1996, hingga dipercaya mengemban tugas sebagai seorang diplomat dan kembali dipertemukan dengan sosok nan telah saya hormati sejak muda, saya semakin meyakini bahwa Tuhan selalu mempunyai cara-Nya sendiri untuk mempertemukan kembali orang-orang nan dipersatukan oleh ketulusan dan nilai-nilai kemanusiaan," tutur dia.

"Saya menerima semua momen nan begitu berbobot ini dengan penuh rasa syukur dan kerendahan hati. Semoga persahabatan antara Timor Leste dan Indonesia terus tumbuh semakin erat, menjadi jembatan perdamaian, saling menghormati, serta membawa faedah bagi generasi-generasi nan bakal datang," harapnya.

Kupa Lopes pun tak lupa mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Megawati.

"Kehormatan ini bakal selalu saya simpan di dalam hati sebagai amanah untuk terus mengabdi dengan rendah hati, menjaga persahabatan, serta membangun jembatan kerja sama antara Timor Leste dan Indonesia.Semoga Tuhan nan Maha Esa senantiasa melimpahkan kesehatan, kebijaksanaan, dan berkat-Nya kepada nan Mulia, serta terus memberkati persahabatan nan telah terjalin erat antara kedua bangsa kita," tuturnya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita
↑