Ilustrasi(Dok Istimewa)
INDUSTRI asuransi jiwa nasional terus menunjukkan prospek pertumbuhan positif seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan keuangan.
Di tengah persaingan nan makin dinamis, perusahaan asuransi dituntut tidak hanya bisa mencatatkan pertumbuhan bisnis, tapi juga memperkuat tata kelola dan manajemen akibat untuk menjaga keberlanjutan usaha. Kebutuhan atas pengelolaan akibat nan lebih kuat makin jadi perhatian seiring berkembangnya transformasi digital dan perubahan perilaku konsumen.
Penguatan struktur organisasi dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan perusahaan bisa tumbuh sehat sekaligus menjaga kepercayaan nasabah.
Dalam konteks tersebut, sejumlah pelaku industri mulai memperkuat kapabilitas kepemimpinan di bagian kepatuhan, audit, dan manajemen akibat sebagai fondasi krusial dalam mendukung ekspansi upaya jangka panjang.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menciptakan pertumbuhan nan seimbang antara inovasi, tata kelola, dan perlindungan konsumen. PT FWD Insurance Indonesia (FWD Insurance) jadi salah satu perusahaan nan melakukan penguatan organisasi melalui penunjukan jejeran manajemen baru.
Perusahaan menunjuk Andri Hasian sebagai Direktur Kepatuhan dan Junaidi Amin sebagai Chief of Risk untuk mendukung pertumbuhan upaya berkepanjangan dengan tetap mengedepankan konsentrasi pada nasabah.
Direktur Utama FWD Insurance Jeffrey Woo mengatakan penguatan struktur organisasi dilakukan seiring dinamika industri dan kebutuhan untuk terus menghadirkan solusi perlindungan nan relevan bagi masyarakat.
“Seiring dinamika industri dan kebutuhan untuk terus menghadirkan solusi perlindungan nan relevan bagi nasabah, FWD Insurance memperkuat struktur dan kapabilitas organisasinya, khususnya pada kegunaan tata kelola, kepatuhan, dan manajemen risiko. Langkah ini untuk memastikan setiap solusi perlindungan nan kami hadirkan tidak hanya transparan dan bertanggung jawab bagi nasabah, tetapi juga sesuai dengan peraturan nan berlaku,” ujar Jeffrey, di Jakarta, Jumat (19/6/2026).
Junaidi Amin membawa pengalaman lebih dari tiga dasawarsa di industri jasa keuangan, khususnya pada bagian aktuaria, konsultasi, dan manajemen risiko. Pengalaman tersebut mencakup beragam peran strategis baik di tingkat nasional maupun regional nan dinilai dapat memperkuat pengelolaan akibat perusahaan.
Sementara itu, Andri Hasian mempunyai pengalaman kepemimpinan lebih dari 30 tahun di industri keuangan, terutama dalam bagian kepatuhan dan audit internal. Sebelumnya, dia menduduki beragam posisi senior di perusahaan asuransi jiwa dan terlibat dalam penguatan tata kelola, kepatuhan regulasi, serta peningkatan hubungan dengan nasabah.
Jeffrey menegaskan penguatan jejeran kepemimpinan ini bakal menjadi modal krusial untuk menjaga momentum pertumbuhan upaya sekaligus memperkokoh fondasi tata kelola perusahaan di tengah perkembangan industri nan semakin kompetitif.
Menurut Jeffrey, langkah tersebut juga sejalan dengan visi perusahaan untuk terus berinovasi dan memperluas akses perlindungan finansial bagi masyarakat Indonesia.
“Kami berambisi penguatan struktur kepemimpinan ini dapat mendorong FWD Insurance untuk terus berinovasi, tumbuh berkelanjutan, dan semakin dekat dengan kebutuhan nasabah. Ke depan, kami mau berkontribusi lebih besar dalam memperluas akses perlindungan bagi seluruh masyarakat Indonesia, sekaligus jadi bagian dalam mewujudkan visi untuk mengubah langkah pandang masyarakat terhadap asuransi,” tutupnya. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·