Kepulan Asap dari HP Terbakar Picu Kepanikan di Stasiun Rawa Buntu

Sedang Trending 39 menit yang lalu

Tangerang Selatan, CNN Indonesia --

Kepanikan terjadi di dalam gerbong unik wanita KRL yang berakhir di Stasiun Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (17/9) pagi.

Asap muncul dari dalam tas seorang penumpang perempuan. HP penumpang tersebut terbakar.

Informasi nan beredar di media sosial menyebut terjadi ledakan di dalam gerbong. Namun, kepolisian memastikan tidak ada ledakan dalam peristiwa tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Binmas Rawa Buntu Polsek Serpong, Aipda Herry, mengatakan asap berasal dari dua unit telepon seluler nan berada di dalam tas penumpang. Kedua perangkat tersebut mengalami gesekan hingga terbakar dan mengeluarkan asap.

"Dari kepolisian Polsek Serpong mendatangi letak adanya kejadian keluarnya asap dari salah satu tas penumpang di gerbong wanita," ujar Herry di Stasiun Rawa Buntu, Kamis (17/9).

Petugas keamanan KRL kemudian mengamankan tas tersebut untuk mencegah api menyebar dan mengantisipasi kepanikan di dalam gerbong.

Herry mengatakan petugas menemukan dua unit handphone di dalam tas dalam kondisi terbakar dan mengeluarkan asap.

"Tidak ada ledakan. Hanya keluar asap dari tas penumpang perempuan," katanya.

Penumpang di dalam gerbong kemudian turun di Stasiun Rawa Buntu. Penumpang tersebut sebelumnya menaiki KRL dari arah Serpong dan hendak menuju Stasiun Sudimara.

Setelah penanganan dilakukan, perjalanan KRL di Stasiun Rawa Buntu kembali melangkah normal. Tidak terdapat gangguan maupun halangan terhadap perjalanan kereta api akibat kejadian tersebut.

Polisi mengimbau pengguna KRL, khususnya pada rute Serpong-Tanah Abang maupun sebaliknya, untuk lebih berhati-hati membawa dan menggunakan perangkat elektronik selama perjalanan.

Penumpang juga diminta memperhatikan kondisi handphone, termasuk ketika melakukan pengisian daya, untuk menghindari perangkat mengalami panas berlebih.

"Kepolisian mengingatkan masyarakat untuk segera melapor kepada petugas andaikan menemukan kondisi tidak normal, seperti perangkat elektronik mengeluarkan asap alias panas berlebih, demi mencegah kejadian nan lebih besar," ujarnya.

(arl/ugo)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional