Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menyikapi konten media sosial menjadi semakin krusial di era digital saat ini. Dia mengatakan semua pihak, termasuk tokoh publik dapat terpengaruh oleh info nan tidak terverifikasi.
Hal itu dikatakan Qodari dalam menyikapi pernyataan Amien Rais soal Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya nan terkonfirmasi berbasis hoaks. Ia menilai tudingan tersebut merujuk pada video di media sosial nan tidak terverifikasi dan berkarakter manipulatif.
"Kalau saya prihatin ya, setelah memandang video Pak Amien Rais itu, prihatinnya itu adalah Pak Amien Rais sebagai tokoh, sebagai akademisi, sebagai guru besar doktor, telah menjadi korban dari hoaks," kata Qodari dikutip dari siaran persnya, Minggu (3/5/2026).
Menurut dia, tudingan terhadap Teddy muncul dari interpretasi keliru atas sebuah konten video di media sosial nan berisi lagu berjudul “Aku Bukan Teddy”. Konten ini disalahartikan sebagai pernyataan autentik.
"Karena dasar penilaian alias tudingan bahwa Pak Seskab, Pak Teddy adalah gay, itu adalah sebuah akun nan di dalamnya berisi lagu berjudul Aku Bukan Teddy, nan dianggap oleh Pak Amien Rais bahwa nan menyanyi itu adalah Ibu Titiek (Soeharto)," tuturnya.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·