Kementerian PU Ingin Genjot Pembangunan Tol Serang-Panimbang

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Pekerja mengoperasikan ekskavator untuk mengeruk tanah di area pembangunan Tol Serang-Panimbang seksi II, Cikulur, Lebak, Banten, Sabtu (6/9/2025). Foto: Muhammad Bagus Khoirunas/ANTARA FOTO

Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU) bakal menyelesaikan pembangunan Tol Serang-Panimbang secara bertahap. Dengan tol tersebut nantinya Jakarta ke Tanjung Lesung bisa ditempuh hanya 2 sampai 3 jam alias lebih sigap dari waktu tempuh sebelumnya nan mencapai 4 sampai 5 jam.

Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan tol tersebut memang ditarget dapat mempercepat pengembangan area ekonomi dan pariwisata di Provinsi Banten.

“Pembangunan jalan tol selalu mempunyai makna strategis, tidak hanya bagi prasarana fisik, tetapi juga bagi penguatan fondasi ekonomi nasional,” kata Dody dalam keterangan tertulis dikutip pada Minggu (3/5).

Tol Serang-Panimbang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) sepanjang 83,67 km. Pembangunannya dibagi menjadi tiga seksi. Seksi 1 Serang-Rangkasbitung sepanjang 26,45 km, Seksi 2 Rangkasbitung-Cileles sepanjang 24,17 km, dan Seksi 3 Cileles-Panimbang sepanjang 33 km.

Saat ini Seksi 1 Serang-Rangkasbitung telah beraksi sejak 2021. Sementara pembangunan Seksi 2 Rangkasbitung-Cileles saat ini telah memasuki tahap akhir dengan progres bangunan mencapai 98,64 persen dan progres pembebasan lahan sebesar 86,71 persen.

“Ruas ini ditargetkan selesai bangunan pada kuartal II tahun 2026,” ujar Dody.

Sedangkan untuk Seksi 3 Cileles-Panimbang nan merupakan porsi pemerintah bakal diselesaikan secara bertahap.

Menteri PU Dody Hanggodo saat meninjau perbaikan jalan di Parung, Jawa Barat pada Sabtu (28/2). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan

Selain Tanjung Lesung, tol itu juga nantinya bakal mendukung konektivitas menuju lokasi wisata pesisir selatan dan area konservasi Taman Nasional Ujung Kulon. Dody percaya pembangunan tol itu juga menjadi salah satu upaya pemerataan pembangunan wilayah dan penguatan ekonomi daerah.

“Penyelesaian jalan tol ini diharapkan meningkatkan mobilitas masyarakat dan pengedaran logistik, membuka kesempatan investasi baru, serta memperkuat pemerataan pembangunan di wilayah Banten,” kata Dody.

Secara teknis, tol tersebut dirancang dengan kecepatan rencana 100 km per jam, 4 lajur 2 arah, median 3,8 meter. Selain itu, tol itu dilengkapi beberapa simpang susun utama seperti Walantaka, Cikeusal, Tunjung Teja, Rangkasbitung, Cikulur, Cileles, Bojong, dan Panimbang.

video story embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan