Jakarta -
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hari ini melelang 9 seri surat utang negara (SUN) bertenor pendek dan panjang. Hasil dari penyelenggaraan lelang bakal digunakan untuk memenuhi sebagian dari sasaran pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Suminto mengatakan sasaran sugestif dari lelang pada hari ini mencapai Rp 32 triliun dengan sasaran maksimal sebesar 150% dari sasaran sugestif namalain sebesar Rp 48 triliun.
"Pemerintah bakal melakukan lelang SUN dalam mata duit Rupiah untuk memenuhi sebagian dari sasaran pembiayaan dalam APBN 2026," tulis pengumuman resmi DJPPR Kemenkeu, Selasa (7/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lelang bakal dibuka pada pukul 09.00 WIB dan ditutup pada 11.00 WIB. Tanggal setelmen dijadwalkan dua hari setelahnya, ialah pada 9 Juli 2026.
SUN nan bakal dilelang untuk tenor pendek berupa surat perbendaharaan negara (SPN) seri SPN01260808 (New Issuance) dengan tanggal jatuh tempo 8 Agustus 2026 dan tingkat kupon diskonto, serta SPN12261008 (Reopening) nan jatuh tempo pada 8 Oktober 2026 dan SPN12270708 (New Issuance) jatuh tempo 8 Juli 2027.
Sementara itu, untuk SUN nan dilelang tenor panjang berupa Obligasi Negara (ON) seri FR0109 (Reopening), FR0108 (Reopening), FR0106 (Reopening), FR0107 (Reopening), FR0102 (Reopening), dan FR0105 (Reopening).
Tingkat kupon Seri FR0109 (Reopening) sebesar 5,875% dengan tanggal jatuh tempo 15 Maret 20231, FR0108 (Reopening) 6,5% dengan jatuh tempo 15 April 2036, FR0106 (Reopening) 7,125% dengan jatuh tempo 15 Agustus 2040, FR0107 (Reopening) 7,125% dengan jatuh tempo 15 Agustus 2045, FR0102 (Reopening) 6,875% dengan jatuh tempo 15 Juli 2054, serta FR0105 (Reopening) 6,875% dengan jatuh tempo pada 15 Juli 2064.
Dealer utama peserta lelang nan telah ditunjuk untuk lelang seri SUN adalah Citibank NA, Deutsche Bank AG, PT Bank HSBC Indonesia, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Danamon Indonesia Tbk, PT Bank Maybank Indonesia Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank OCBC NISP Tbk, PT Bank Panin, Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Permata Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank ANZ Indonesia, Standard Chartered Bank, JP Morgan Chase Bank NA, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
Termasuk ke dalam peserta lelang SUN ini Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Bank Indonesia (BI).
Penjualan SUN tersebut bakal dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan nan diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI). Lelang berkarakter terbuka (open auction), menggunakan metode nilai beragam (multiple price).
Pemenang lelang nan mengusulkan penawaran pembelian kompetitif (competitive bids) bakal bayar sesuai dengan yield nan diajukan. Pemenang lelang nan mengusulkan penawaran pembelian non-kompetitif (non-competitive bids) bakal bayar sesuai dengan yield rata-rata tertimbang (weighted average yield) dari penawaran pembelian kompetitif nan dinyatakan menang.
Pemerintah mempunyai kewenangan untuk menjual kesembilan seri SUN tersebut lebih besar alias lebih mini dari jumlah sugestif nan ditentukan.
"Pada prinsipnya, semua pihak baik penanammodal perseorangan maupun lembaga dapat menyampaikan penawaran pembelian (bids) dalam lelang. Namun dalam pelaksanaannya, penyampaian penawaran pembelian kudu melalui Peserta Lelang sebagaimana diatur dalam PMK No. 168/PMK.08/2019," tulis pengumuman lelang.
(acd/acd)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·