Aktivitas bongkar muat sapi siap kurban diturunkan dari geladak KM Camara Nusantara 1 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (21/05/2026).(MI/Usman Iskandar)
KEMENTERIAN Agama (Kemenag) melalui Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah melaporkan jumlah hewan kurban pada seremoni Iduladha 1447 Hijriah alias tahun 2026 mencapai 2.032.753 ekor di seluruh Indonesia. Angka tersebut terdiri dari 676.866 ekor sapi dan 1.355.887 ekor kambing.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, menyampaikan bahwa tingginya jumlah hewan kurban mencerminkan antusiasme umat Islam dalam menjalankan ibadah sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
"Pelaksanaan kurban tahun ini menunjukkan partisipasi umat Islam nan sangat baik. Lebih dari 2 juta hewan kurban tersebar di beragam masjid di Indonesia. Ini bukan hanya corak ketaatan dalam beribadah, tetapi juga bentuk nyata kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama," ujar Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Arsad Hidayat dikonfirmasi dari Jakarta, Jumat (5/6).
Menurut Arsad, info tersebut menunjukkan tingginya keterlibatan masyarakat dalam penyelenggaraan ibadah kurban sekaligus mempertegas nilai-nilai sosial nan menjadi prinsip seremoni Iduladha.
Ia menjelaskan bahwa kurban mempunyai faedah sosial nan luas lantaran membantu memenuhi kebutuhan masyarakat nan tetap mempunyai keterbatasan dalam mengakses sumber protein hewani.
Oleh lantaran itu, Iduladha tidak hanya dipahami sebagai corak ibadah ritual semata, tetapi juga menjadi sarana memperkuat solidaritas sosial serta mendorong pemerataan faedah bagi masyarakat.
Nilai Ekonomi Kurban Tembus Rp18,28 Triliun
Selain memberikan akibat sosial, penyelenggaraan kurban tahun ini juga menghasilkan perputaran ekonomi nan signifikan. Berdasarkan perkiraan nilai hewan kurban nan digunakan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), ialah sekitar Rp21 juta per ekor sapi dan Rp3 juta per ekor kambing, total nilai ekonomi dari seluruh hewan kurban diperkirakan mencapai Rp18,28 triliun.
Dari total tersebut, kontribusi ekonomi dari sapi kurban diperkirakan mencapai sekitar Rp14,21 triliun. Sementara itu, nilai ekonomi kambing kurban diperkirakan mencapai Rp4,07 triliun.
Besarnya nilai ekonomi tersebut menunjukkan bahwa ibadah kurban turut mendorong aktivitas ekonomi di beragam sektor, mulai dari peternakan, perdagangan hewan, hingga pengedaran daging kepada masyarakat penerima manfaat.
Produksi Daging Kurban Diperkirakan Capai 96,27 Ribu Ton
Mengacu pada perkiraan Baznas, rata-rata berat sapi kurban berada di kisaran 220–250 kilogram, sedangkan kambing berkisar antara 27–29 kilogram.
Dengan dugaan tingkat karkas sekitar 50% untuk sapi dan 45% untuk kambing, lebih dari dua juta hewan kurban nan disembelih pada Iduladha tahun ini diperkirakan menghasilkan sekitar 96,27 ribu ton daging dan karkas nan kemudian didistribusikan kepada masyarakat di beragam daerah.
Pusat Pemberdayaan dan Kepedulian Sosial
Pelaksanaan kurban juga dinilai semakin memperkuat kegunaan masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat sekaligus sarana agunan sosial masyarakat.
Melalui penyaluran daging kurban nan menjangkau beragam golongan masyarakat, masjid tidak hanya menjalankan kegunaan keagamaan, tetapi juga berkedudukan sebagai pusat pelayanan sosial nan memberikan faedah langsung kepada warga.
Dalam kesempatan tersebut, Arsad turut menyampaikan pesan Menteri Agama Nasaruddin Umar mengenai makna Iduladha sebagai momentum berbagi.
"Iduladha ini sebetulnya identik dengan bulan berbagi. Kita berambisi melalui momentum ini, semua orang bisa mencicipi gizi hewani, baik melalui jalur ibadah kurban maupun skema support sosial seperti nan kita lakukan," ujar Arsad.
Jawa Timur Terbanyak
Berdasarkan info nan dihimpun Kementerian Agama, Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah hewan kurban terbanyak, ialah mencapai 455.007 ekor.
Posisi berikutnya ditempati Jawa Tengah dengan 405.065 ekor dan Jawa Barat sebanyak 374.482 ekor.
Sementara itu, beberapa provinsi lain nan juga mencatat jumlah hewan kurban tinggi antara lain Sumatera Barat dengan 106.276 ekor, Lampung sebanyak 105.913 ekor, serta Jambi nan mencapai 87.319 ekor. (Ant/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·