Keluarga Ungkap Terduga Pengintimidasi Dokter Icha Empat Orang

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Kupang, CNN Indonesia --

Keluarga dari mendiang Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni namalain Dokter Icha mengungkap satu nama lagi nan diduga ikut mengintimidasi master muda di Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut. Sehingga jumlah terduga pengintimidasi nan dilaporkan pihak family korban ke Polda NTT sekarang menjadi empat orang.

Hal tersebut disampaikan perwakilan keluarga, Viktor Manbait usai memberikan laporan berbareng family master Icha di Polda NTT, Jumat (3/7).

Menurut Viktor dalam laporan polisi nan disampaikan ayah kandung master Icha, Gabriel Pakaenoni ada empat orang terduga pelaku nan diadukan lantaran diduga melakukan intimidasi terhadap almarhumah Dokter Icha.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Empat terduga tersebut adalah tiga personil DPRD TTU ialah Therezius Lazakar (Golkar), Robert Tubani (PKB), dan Veronika Lake (PDIP). Selain itu ada juga satu master hewan berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), Maria Mathildis Sau (MMS).

Maria adalah pejabat di Dinas Peternakan Timor Tengah Utara..

"Yang kami (keluarga) laporkan di sini setelah kami mendalami semua rupanya ada empat orang nan kami laporkan itu semua adalah pejabat publik, tiganya adalah pejabat publik dalam kapabilitas sebagai personil DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara dan satunya pejabat publik adalah master hewan, ASN pada Dinas Peternakan Kabupaten Timor Tengah Utara," kata Viktor.

"[satu tambahan terduga] inisialnya MMS, master hewan," sambungnya.

Dia mengungkapkan peran master hewan Maria Mathildis Sau adalah ikut memaksa mendiang Dokter Icha untuk mengambil serum antibisa dan disuntik ke pasien nan terkena gigitan ular.

"[Peran Maria] Dia ikut memaksakan kehendak di situ. Nah ini membikin master Icha semakin tersiksa lantaran sudah serangkaian kata-kata verbal intimidasi nan disampaikan tiga orang sebelumnya" kata Viktor.

Pantauan CNNIndonesia.com, family mending master Icha baru keluar dari ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda NTT untuk memberikan laporan pada pukul 15.30 wita.

Usai memberikan laporan, orangtua master Icha berbareng dua adik almarhum langsung meninggalkan Polda NTT tanpa memberi keterangan apapun kepada awak media.

Sebelumnya diberitakan dr. Icha ditemukan tewas diduga bunuh diri di rumahnya di Perumahan RSS Baumata, Desa Baumata Barat, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Jumat (26/6) sore.

dr. Icha diduga nekat mengakhiri hidupnya lantaran mengalami depresi berat dan gangguan psikologis setelah mendapat intimidasi dari tiga personil DPRD Timor Tengah Utara (TTI) pada 13 Juni 2026 lalu ketika menangani pasien nan terkena gigitan ular di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Leona Kefamenanu.

Tiga personil DPRD TTU nan diduga melakukan intimidasi terhadap dr. Icha tersebut adalah Therezius Lazakar (Golkar), Robert Tubani (PKB), Veronika Lake (PDIP).

Diketahui korban gigitan ular tersebut nan nyawa sukses diselamatkan disebut tetap berfamili dengan salah satu personil DPRD ialah Therezius Lazakar nan ikut melakukan intimidasi dr. Icha.

Jenazah dr. Icha telah dimakamkan pada Senin (29/6) dan dihadiri ribuan pelayat.

Disclaimer Kesehatan Mental - rev1

[Gambas:Youtube]

(eli/kid)

Add as a preferred
source on Google
Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional