Surabaya, CNN Indonesia --
Kuasa norma family Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan berinisial RYS (51), nan ditemukan tewas di dalam mobil dinas di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda mengungkapkan dugaan baru soal motif kematian kliennya.
Risang Bima Wijaya, selaku pengacara family korban menduga RYS merupakan korban penipuan bermodus asmara alias love scam. Menurutnya perihal itu merujuk pada pola komunikasi dan latar belakang kasus nan tengah didalami penyidik.
"Kalau korban ini ya, mungkin ya, penipuan modusnya love scam itu," kata Risang, saat dikonfirmasi, Senin (6/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal perkembangan penyidikan, Risang menyebut pihak family hingga sekarang tetap menunggu berita dari nan sedang mengejar pelaku. Hal itu disampaikan lewat Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP).
"Perkembangannya ya dari SP2HP nan dikirimkan oleh polisi ke family ya, dalam pencarian tetap pelakunya," ujarnya.
Risang mengungkapkan, jejak keberadaan terduga pelaku sempat terlacak di wilayah Jawa Tengah, meski hingga sekarang nan berkepentingan diduga terus berpindah-pindah letak dan tidak menetap di alamat resminya.
"Iya, sempat terlacak di wilayah Jawa Tengah. Tapi ini berpindah-pindah. Pelaku ini kan alamatnya kan tidak ada itu di alamat rumahnya. Namanya Erlan," ungkapnya.
Pihak family dan tim kuasa norma sendiri sudah mengantongi nama terduga pelaku nan disebutnya dengan inisial E. Hal itu diketahui pihaknya melalui unggahan media sosial terakhir korban dan terduga pelaku.
Keduanya diketahui berjalan berbareng ke wilayah Malang dan Batu beberapa hari sebelum mayit RYS ditemukan dalam keadaan kaku di dalam mobil dinasnya di parkiran Terminal 1 Bandara Juanda, Surabaya, Rabu (24/6) lalu.
Dari hasil penelusuran pihaknya, Risang menyebut sejumlah info mengenai soal terduga pelaku. E disebut merupakan laki-laki asal Sulawesi Selatan nan pernah bekerja di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Lembaga itu sendiri telah dibubarkan pada 2004.
Meski alamat tersebut telah teridentifikasi, Risang menegaskan E diketahui kerap beranjak domisili antara wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.
"Nah, dia itu pindah-pindah, Jatim, Jateng, loncat-loncat itu," katanya.
Risang menambahkan, E juga diduga mempunyai rekam jejak keterlibatan dalam tindak penipuan dengan beragam modus, mulai dari penipuan properti, proyek, hingga jual-beli.
"Penipuan semua, ya properti, proyek, jual-beli. Kalau korban ini ya mungkin ya penipuan modusnya love scam itu," ucapnya.
Terkait asal-usul perkenalan antara korban dan terduga pelaku, Risang menduga, perihal itu bisa saja berkedok pencarian proyek. Namun, dia menekankan penangkapan terhadap terduga pelaku menjadi kunci untuk mengungkap kronologi awal hubungan keduanya.
"Nah, kudu ditangkap dulu E-nya itu. Karena family enggak kenal itu dengan E," katanya.
Polda Jawa Timur (Jatim) mengaku tengah melakukan pengejaran terduga pelaku pembunuhan Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemerintah Kabupaten Bangkalan berinisial RYS (51), nan mayatnya ditemukan di dalam mobil dinas di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur mengatakan pihaknya tengah membantu Polresta Sidoarjo untuk mengejar terduga pelaku nan terindikasi melarikan diri ke sejumlah kota.
"Benar, kami back up penuh kasus itu. Sudah kami bagi personil menjadi beberapa tim untuk melakukan pengejaran terduga pelaku di sejumlah kota," kata Jumhur, Senin (5/7).
Jumhur menjelaskan, salah satu tim bergerak melakukan pengejaran ke arah barat. Namun, kepolisian belum dapat mengungkap secara rinci letak nan menjadi sasaran operasi demi kepentingan penyidikan.
"Iya arah barat. Nanti kita bakal beritahu lagi jika hasil ya," ujarnya.
(frd/isn)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·