Keluarga Dokter Icha Akan Penuhi Panggilan BKD DPRD TTU Hari Ini

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Kupang, CNN Indonesia --

Keluarga dari almarhumah Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dokter Icha akan memenuhi panggilan Badan Kehormatan DPRD (BKD) Timor Tengah Utara.

Sesuai keterangan dari perwakilan family mendiang Dokter Icha, Viktor Manbait mengatakan pihak family telah menerima surat panggilan dari BKD untuk menjalani pemeriksaan pada Senin (6/7) pukul 10.00 WITA.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Viktor pihak family nan dipanggil untuk memberi keterangan adalah Gabriel Pakaenoni, ayah kandung dari Dokter Icha.

"Atas undangan Badan kehormatan DPRD TTU , ayah almarhumaj dr. Icha bakal memberikan keterangan pada hari senin tanggal 6 Juli 2026 jam 10.00 wita diruang badan kehirmatan DPRD TTU," kata Viktor Manbait melalui pesan tertulis diterima CNNIndonesia.com, Minggu (5/7).

Disampaikan Viktor, panggilan BKD TTU tersebut sehubungan dengan laporan dugaan pelanggaran kode etik tiga personil DPRD TTU nan diduga melakukan intimidasi terhadap Dokter Icha nan terjadi pada 13 Juni 2026 lampau di Ruang Unit Gawat Darurat (UGD), Rumah Sakit Leona.

"(Panggilan tersebut) sehubungan dengan laporan dugaan pelanggaran kode etik tiga personil DPRD TTU nan diduga melakukan intimidasi ,tekanan verbal dan tindakan nan merendahkan petugas kesehatan nan sedang menjalankan tugas di IGD RS Leoana tanggal 13 Juni 2026," ujar Viktor

Berdasarkan surat panggilan bernomor 003/BK/DPRD tertanggal 4 Juli nan diterima CNN Indonesia.com dari perwakilan family Viktor Manbait itu berklasifikasi alias berkarakter penting.

Surat nan ditandatangi Ketua DPRD TTU, KrIstoforus Efi, ST dan Ketua BKD, Maximus Taek itu berisikan panggilan terhadap Gabriel Pakaenoni sebagai orang tua dari Dokter icha untuk.memberia klarifikasi.

Dalam surat panggilan disebut panggilan terhadap orang tua berasas pengaduan dan permohonan penindakan atas dugaan intimidasi, tekanan verbal dan perlakuan nan merendahkan tenaga kesehatan saat menjalankan tugas pelayanan publik nan dilaporkan master Icha pada 23 Juni 2026 lalu.

"Berdasarkan Hal Pengaduan dan Permohonan Penindakan atas dugaan intimidasi, tekanan verbal dan perlakukan nan merendahkan Tenaga Kesehatan saat menjalankan tugas pelayanan publik nan dilaporkan dr. Elisa Prince Utami Pakaenoni (Almarhumah) tanggal 23 Juni 2026 kepada Pimpinam Dewan Perwakilan Rakyat Daerau dan Pimpinan Badan Kehormatan Daerah Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Timor Tengah Utara maka sesuai petunjuk Peraturan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Timor Tengah Utara Nomor 1 Tahun 2024 pasal 65 ayat (c) Badan Kehormatan bakal melakukan penyelidikan, verifikasi dan penjelasan atas pengaduan Pimpinam DPRD dan/atau Masyarakat," demikian isi surat BKD kepada orang tua almarhum master Icha.

Diakui Viktor, berasas surat panggilan tersebut maka Gabriel Pakaenoni nan diminta untuk memberikan keterangan bakal datang memenuhi panggilan untuk diperiksa di BKD di ruangan BK DPRD TTU.

Sebelumnya diberitakan Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias biasa disapa dr. Icha ditemukan tewas bunuh diri di rumahnya di Perumahan RSS Baumata, Desa Baumata Barat, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Jumat (26/6) sore.

dr. Icha diduga nekat mengakhiri hidupnya lantaran mengalami depresi berat dan gangguan psikologis setelah mendapat intimidasi dari tiga personil DPRD Timor Tengah Utara (TTI) pada 13 Juni 2026 lampau saat menangani pasien nan terkena gigitan ular di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Leona Kefamenanu.

Tiga personil DPRD TTU nan diduga melakukan intimidasi terhadap dr. Icha tersebut adalah Therezius Lazakar (Golkar), Robert Tubani (PKB), Veronika Lake (PDIP).

Korban gigitan ular tersebut nan nyawa sukses diselamatkan disebut tetap berfamili dengan salah satu personil DPRD ialah Therezius Lazakar nan ikut melakukan intimidasi dr. Icha.

Jenazah dr. Icha telah dimakamkan pada Senin (29/6) dan dihadiri oleh ribuan pelayat.

Kasus dugaan intimidasi tersebut juga telah dilaporkan pihak family ke Polda NTT. Dalam laporan tersebut family juga melaporkan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Dokter Hewan nan bekerja di Dinas Peternakan TTU bermama Maria Mathildis Sau. Sehingga ada 4 orang terlapor.

(ugo/eli/ugo)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional