Ilustrasi(MI/DHIKA KUSUMA WINATA)
KEJUARAAAN Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship (MCGJWC) 2026 bakal berjalan di Damai Indah Golf PIK Course pada 10-12 Juni. Kehadiran 140 pegolf junior dari 29 negara dengan para pemain berkelas dan handicap kompetitif pada turnamen internasional itu diyakini bakal meningkatkan kualitas persaingan sekaligus menjadi ruang bagi atlet muda Indonesia unjuk gigi.
Penyelenggaraan MCGJWC berkembang menjadi panggung internasional bagi pegolf muda. Tahun ini menjadi babak baru setelah terjalinnya kerja sama antara Ciputra Golfpreneur Foundation (CGF) dan Asia Pacific Golf Confederation (APGC).
Chairman CGF, Nararya Ciputra Sastrawinata, mengatakan kerjasama tersebut demi meningkatkan kualitas kejuaraan sekaligus membuka akses nan lebih luas bagi atlet junior Indonesia. Menurut dia, pengalaman menghadapi pegolf dari beragam negara menjadi modal krusial bagi para atlet melanjutkan pekerjaan ke level profesional.
“Kalau nantinya mereka melanjutkan pekerjaan sebagai atlet profesional, mereka sudah mempunyai level nan sama dengan atlet-atlet nan bakal mereka temui di bumi golf profesional. Kami minta dengan pengalaman tampil di MCGJWC tahun ini mereka bisa lebih berprestasi dan meningkatkan level of skill di skala internasional,” kata Nararya memberikan keterangan pers, Selasa (9/6).
Kerja sama dengan APGC juga berakibat pada bertambahnya jumlah peserta internasional. Ada delapan negara baru nan ikut jenis kali ini. Turnamen tahun ini diikuti 29 negara ialah Australia, Bangladesh, Kamboja, Tiongkok, Taiwan, Denmark, Jerman, Ghana, Hong Kong, India, Indonesia, Irlandia, Jepang, Kenya, Korea Selatan, Laos, Malaysia, Myanmar, Namibia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Afrika Selatan, Sri Lanka, Tailan, Uganda, Uni Emirat Arab, Inggris, dan Vietnam.
Nararya menilai meningkatnya kualitas peserta bakal membikin kejuaraan semakin kompetitif. Salah satu pemain nan kembali menjadi sorotan adalah Parin Sarasmut, juara kategori putra MCGJWC 2023 nan sekarang menempati ranking atas World Amateur Golf Ranking (WAGR) dan menjadi bagian tim peraih lencana emas Thailand di SEA Games 2025.
Sementara itu, General Manager APGC, Nick Shan, menilai MCGJWC telah berkembang menjadi salah satu tolok ukur kejuaraan golf junior di area Asia-Pasifik. APGC mengapresiasi kejuaraan tersebut lantaran punya sejarah panjang diselenggarakan sejak 1993.
Seperti jenis sebelumnya, MCGJWC juga menawarkan jalur menuju level profesional. Juara putra bakal mendapat kesempatan tampil di Ciputra Golfpreneur Tournament 2026 sedangkan juara putri memperoleh tiket berkompetensi pada Indonesia Women's Open 2027.
Pegolf wakil tuan rumah, Eugene Emmanuel Tanyongjaya, memilih menatap turnamen dengan kepala dingin. Di tengah persaingan nan semakin ketat dan bayang-bayang prestasi para pendahulunya, Eugene tidak mau terjebak pada sasaran hasil semata.
Pada dua jenis sebelumnya, di sektor putra wakil Indonesia, Rayhan Abdul Latief, sukses juara beruntun. Bagi Eugene, arena junior paling bergengsi di Indonesia itu menjadi kesempatan untuk mengasah keahlian dan naik kelas di level internasional.
Pegolf berumur 15 tahun itu mengaku tantangan terbesar bukan hanya datang dari lawan-lawan nan berkualitas, tetapi juga dari kemampuannya menjaga kesabaran dan mengelola permainan sepanjang ronde.
"Tujuan saya di turnamen ini lebih kepada prosesnya. Saya hanya perlu membiarkan semuanya melangkah dengan pola pikir nan tepat," kata Eugene.
"Lawan-lawan nan datang dari beragam negara tentu sangat bagus dan saya kira lumayan berat. Saya kudu tetap sabar, mengatur permainan dengan baik, terutama saat green dan ketika putting," ucap atlet bimbingan CGF tersebut.
Senior Vice President Corporate Banking Bank Mandiri, Yustian Rifki Alfianto, mengatakan support sebagai mitra utama MCGJWC menjadi komitmen terhadap pengembangan olahraga prestasi.
“Kami mau menghadirkan nilai tambah nan lebih luas, tidak hanya bagi atlet junior, tetapi juga bagi seluruh ekosistem olahraga. Ini merupakan bagian dari langkah kami untuk menciptakan percepatan nan bertumbuh bagi masyarakat dan Indonesia,” ucap Yustian.(H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·