Belakangan jagat media sosial sedang diramaikan dengan tindakan protes Siswi SMAN 1 Pontianak dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI. Siswi berjulukan Josepha Alexandra alias Ocha itu apalagi tak sangka keberaniannya itu mendapatkan atensi nan masif.
Hal itu diungkapkan Ocha saat memenuhi undangan dari Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy di area Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2026). Ocha mengaku kaget video pandai cermatnya viral.
"Dari saya dan tim berterima kasih kepada masyarakat atas support dan aspirasi positifnya kepada kami. Semoga perihal ini dapat menjadi semangat dan motivasi kami untuk berkembang dan maju lagi ke depannya," ujar Ocha.
"Saya dan tim sebenarnya tidak menyangka bahwa atensinya bisa sebesar ini dan video nan tersebar juga booming," tambahnya.
Pada kesempatan nan sama, Rifqinizamy Karsayuda juga mengapresiasi keahlian para peserta LCC MPR dari SMAN 1 Pontianak. Sebagai alumni dari SMA tersebut, Rifqi juga menekankan para peserta nan tetap remaja tersebut kudu dilindungi secara psikologis.
"Saya kira saya terkejut memandang keahlian komunikasi adik-adik saya. Ini kan jika saya dulu berfaedah kelas I, kelas II SMA. Waktu itu saya memimpin OSIS di SMA ini nggak sebagus ini keahlian komunikasi saya," ujar Rifqi.
"Yang tidak kalah krusial kita juga kudu sadar mereka adalah remaja nan secara ilmu jiwa kudu kita proteksi," sambungnya.
Dalam video nan beredar dilihat, juri memberi nilai berbeda terhadap jawaban nan sama dari peserta. Dalam lomba itu, Grup C dari SMAN 1 Pontianak mendapat nilai minus lima untuk jawaban mengenai proses pemilihan personil BPK.
Namun jawaban serupa nan disampaikan Grup B dari SMAN 1 Sambas justru diberi nilai 10 oleh juri nan sama, ialah Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita. Peserta Grup C sempat memprotes lantaran merasa jawaban mereka sama. Namun juri menyatakan jawaban Grup C tidak menyebut Dewan Perwakilan Daerah (DPD) secara jelas.
Kunci Chemistry
Siswa SMAN 1 Pontianak mengungkapkan gimana mereka bisa berani protes saat mengikuti LCC Empat Pilar MPR RI. Mereka mengatakan keberanian tersebut datang dari hubungan hubungan (chemistry) nan terbangun di antara mereka.
"Dari awal kita kan sudah menanamkan untuk chemistry, seperti nan sudah kawan saya katakan tadi. Jadi ketika kita membangun chemistry ini juga kita saling terbuka, kemudian kita ini membangun rasa berani ketika kita punya salah? Kemudian ada nan perlu di evaluasi," kata salah satu siswi peserta dari SMAN 1 Pontianak, Almira, saat ditemui di area Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2026).
"Dari itulah kita belajar untuk ketika dalam perlombaan, ketika ada kekeliruan, itu perlu kita pertimbangan juga dengan penyelenggara lomba itu sendiri," lanjutnya.
Almira mengatakan kelompoknya berani memprotes juri lantaran merasa benar. Ia mengatakan jawaban nan disampaikan oleh tim lainnya sama dengan nan telah disampaikan Ocha terlebih dulu pada saat mendapat kesempatan menjawab pertama, bakal tetapi justru tim lain mendapatkan 10 poin, sementara timnya mendapat nilai minus 5.
"Nah, ketika host itu melemparkan soal kepada grup A dan juga grup B, grup B menjawab dengan pertanyaan... dengan jawaban nan sama. Sangat sama sekali, secara substansi juga sama. Kemudian diberikan nilai 10 poin oleh juri," tutur Almira.
"Maka di situ kami juga kaget, jujur kita kaget sekali lantaran memang tidak hanya secara substansi tapi secara kalimat nan dilontarkan Ocha sebagai tim C dan juga dengan tim B itu mempunyai kesamaan nan persis. Makanya kami di situ pede sekali untuk bisa protes kepada majelis juri," katanya.
Siswa peserta lainnya, Zein, menjelaskan chemistry itu dibangun agar lomba dapat melangkah lebih mudah. Dia menyebut konsentrasi mereka saat latihan juga bukan hanya untuk belajar, tetapi juga bisa membangun memori.
"Sebenarnya kami tuh fokusnya bukan belajar doang ya. Jadi kami juga membangun tim ini dengan chemistry dengan tujuan untuk, jadi untuk lomba kita ini nggak semena-mena untuk menang doang gitu. Jadi kita juga ada memori nan kita bangun. Lalu juga dalam penyelenggaraan lomba itu dua kali lebih mudah menurut kami," ujar Zein.
Zein menjelaskan, saat mereka berlatih, pertimbangan juga rutin dilakukan. Evaluasi itu menekankan keterbukaan satu sama lain.
"Kalau pertimbangan setiap penghujung antara kami latihan itu selalu ada, terutama dari pembimbing kami di sini. Kemudian dari antar kawan juga, lantaran kami di sini dari awal bertemu, pertemuan pertama kami menekankan kudu terbuka. Jadi nggak usah bawa emosi gitu," katanya.
Bakal Dicarikan Beasiswa
Ketua Komisi II DPR Rifqinizamy Karsayuda mengapresiasi tim SMAN 1 Pontianak peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR. Rifqi bakal memberikan danasiwa kepada seluruh peserta nan mengikuti LCC MPR tersebut.
"Mudah-mudahan setelah ini selesai, saya juga kemarin secara spontan memberi apresiasi untuk memberi danasiwa studi S1 ke China kepada Ocha. Tadi saya udah sampaikan kepada adik-adik nan 9 lagi, saya bakal carikan danasiwa nan sama untuk adik-adik nan 9 ini lantaran mereka kan nggak mungkin sampai pada titik ini jika mereka nggak bareng," ujar Rifqi setelah menemui tim SMAN 1 Pontianak di area Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2026).
Rifqi mengatakan lomba tersebut merupakan kerja kolektif dari seluruh tim SMAN 1 Pontianak. Sebagai alumni dari SMA tersebut, Rifqi berterima kasih atas apresiasi nan masyarakat berikan.
"Ini kan kerja kolektif dan saya kira saya mengapresiasi adik-adik saya ini dahsyat semua. Terima kasih atas apresiasi publik untuk SMA Negeri 1 Pontianak," katanya.
Rifqi juga mengapresiasi keahlian komunikasi dari para peserta LCC MPR dari SMAN 1 Pontianak. Rifqi menekankan para peserta nan tetap remaja tersebut kudu dilindungi secara psikologis.
"Saya kira saya terkejut memandang keahlian komunikasi adik-adik saya. Ini kan jika saya dulu berfaedah kelas 1, kelas 2 SMA. Waktu itu saya memimpin OSIS di SMA ini nggak sebagus ini keahlian komunikasi saya," ujar Rifqi.
"Yang tidak kalah krusial kita juga kudu sadar mereka adalah remaja nan secara ilmu jiwa kudu kita proteksi," sambungnya.
Dalam kesempatan nan sama, Josepha Alexandra alias Ocha, mengucapkan terima kasih atas support nan diberikan masyarakat. Ocha mengatakan support itu memotivasinya untuk lebih semangat dan berkembang.
"Dari saya dan tim berterima kasih kepada masyarakat atas support dan aspirasi positifnya kepada kami. Semoga perihal ini dapat menjadi semangat dan motivasi kami untuk berkembang dan maju lagi ke depannya," ujar Ocha.
Dapat Tips Debat dari Wapres
Tim SMAN 1 Pontianak peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR berjumpa dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Salah satu peserta, Josepha Alexandra alias Ocha, mengaku mendapat sejumlah wejangan dari Gibran.
Pertemuan digelar tertutup di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (13/5/2026). Setelah berjumpa dengan Gibran selama satu jam, Ocha mengatakan dia dan rekan-rekannya bangga bisa mendapatkan support dari Wakil Presiden.
"Pastinya emosi saya sangat senang lantaran diundang oleh Wakil Presiden Indonesia dan ini menjadi suatu angan dan semangat bagi kami untuk terus melangkah maju dan berkembang," kata Ocha.
Ocha mengatakan berangkat ke Jakarta sejak Selasa (12/5) pukul 17.00 WIB. Dia menyebut Gibran memberikan motivasi kepada tim SMAN 1 Pontianak untuk terus berprestasi.
"Di dalam tadi kami diberi motivasi sama Pak Wapres untuk terus belajar dan berprestasi," katanya.
Selain mendapatkan wejangan, Ocha mengaku juga diberi masukan dari Gibran mengenai langkah berdebat dengan baik.
"Tadi kami diberi motivasi dan tips and trick juga gimana caranya kelak untuk ber-public speaking alias untuk berdebat di muka umum," sambung Ocha.
(azh/azh)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·