Sejumlah petugas campuran berupaya memadamkan api saat musibah kebakaran barak TNI di Makassar.(Dok. Antara)
SEBANYAK 35 unit rumah ludes terbakar di wilayah pemukiman barak Asrama TNI, Jalan Padjonga Daeng Ngalle - Jalan Opu Dg Siraju (eks Cenderawasih), RT 006/RW 003, Pa’batang, Kecamatan Mamajang, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (1/9).
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Makassar, Fadli Wellang, mengonfirmasi bahwa musibah tersebut melanda Asrama TNI Kodam Mattoangin. Berdasarkan pembaharuan info terbaru, jumlah gedung nan terdampak meningkat dari laporan awal.
"Data nan masuk ada 35 unit rumah (barak) nan terdampak api," tutur Fadli kepada wartawan setelah sebelumnya sempat tercatat sebanyak 23 unit rumah.
Peristiwa kebakaran dilaporkan terjadi pada pukul 13.00 WITA, dan laporan resmi diterima petugas pukul 13.40 WITA. Untuk menjinakkan si jago merah, sebanyak 26 armada pemadam kebakaran dikerahkan dengan kekuatan 78 personel, termasuk tim rescue.
Dugaan Penyebab dan Kendala Pemadaman
Mengenai penyebab pasti kebakaran, pihak berkuasa tetap melakukan penyelidikan mendalam. Namun, dugaan sementara menyebut api dipicu oleh korsleting alias arus pendek listrik nan terjadi saat aliran listrik kembali menyala di tengah masa pemadaman bergilir akibat musim kemarau.
"Penyebab sementara tetap diselidiki, lantaran tadi sempat meninggal lampu, kemudian menyala, dan terjadi kebakaran. Mungkin seperti itu, hanya perkiraan saja," ujar Fadli.
Api baru sukses dikuasai sepenuhnya sekitar pukul 15.00 WITA, alias setelah penanganan selama satu jam 20 menit. Petugas di lapangan sempat menghadapi hambatan berupa akses jalan menuju letak nan sempit serta tiupan angin kencang nan membikin api sigap merambat.
Evakuasi dan Korban
Komandan Koramil (Danramil) 1408-06/Mamajang, Mayor Arh Jamaluddin, menyampaikan bahwa saat kejadian, para penunggu pondok berceceran menyelamatkan diri lantaran api membesar dengan sangat cepat.
"Penyebabnya tetap sementara ditelusuri. (Korban) jelas direlokasi ke depan, ada lapangan di tengah, ada juga di masjid," jelasnya singkat mengenai penanganan para penyintas.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, tercatat dua orang kudu mendapatkan perawatan medis. Satu orang mengalami sesak napas akibat menghirup asap tebal dan dilarikan ke RS Bhayangkara, sementara satu orang lainnya mengalami luka robek pada bagian dahi dan dirawat di RSUD Labuang Baji.
Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar telah berada di letak untuk melakukan asesmen dan memberikan support darurat bagi penduduk nan terdampak. (Ant/H-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·