Duta Besar RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi memperkenalkan kopi original Indonesia dalam pameran kopi Tunisia Le Printemps Du Cafe 3 pada 16-19 April 2026.
Keikutsertaan Indonesia dalam pameran kopi terbesar di Tunisia ini menunjukkan kepercayaan pada Indonesia sebagai salah satu produsen kopi terbesar di bumi internasional.
Dalam kesempatan itu, Zuhairi diminta langsung oleh pihak panitia pameran kopi untuk membuka secara resmi aktivitas tersebut, sembari dikenalkan pada perkembangan industri kopi dan kafe, termasuk penemuan dalam melahirkan kafe dan kopi unik Tunisia.
"Kami sangat senang dan bangga, Indonesia selalu diundang dan berperan-serta dalam pameran kopi di Tunisia, Le Printems du Cafe. Bahkan, kami menjadi satu-satunya negara nan selalu berperan-serta dalam pameran kopi di area pariwisata di Timur-Tengah dan Afrika Utara ini,” ujar Duta Besar Republik Indonesia nan dikenal sebagai fans kopi.
“Kami mengenalkan khazanah kopi Nusantara, di antaranya Kopi Gayo Aceh, Kopi Toraja, Kopi Toraja. Secara khusus, pada tahun ini, kami mengenalkan Kopi Kapal Api, nan berkeinginan untuk melakukan penetrasi ke pasar Tunisia,” lanjutnya.
Zuhairi menilai, kopi adalah jembatan diplomasi antar-bangsa, lantaran penduduk bumi merupakan fans kopi.
"Kami merasakan antusias penduduk Tunisia terhadap Kopi Nusantara, khususnya kopi termahal di dunia, ialah Kopi Luwak. Paviliun Indonesia selalu dipenuhi pengunjung, lantaran penduduk Tunisia mau mengenal lebih dalam dan lebih dekat perihal kopi luwak dan hewan luwak nan menghasilkan kopi termahal di dunia. Sebab itu, kopi tidak hanya sekadar kebudayaan dan style hidup modern, melainkan juga sebagai jembatan diplomasi. Kami merasakan langsung sungguh kopi dapat menjadi jembatan diplomasi antara Indonesia dan Tunisia,” pungkasnya.
Di samping itu, KBRI Tunis juga mengenalkan tarian dan masakan Nusantara selama pameran kopi, Le Printems du Cafe ke-3.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·