Kasus Tabrakan Maut Siswa SD Banten Naik Penyidikan, Ini Asa Ortu Korban

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Pandeglang -

Tuti Hidayati, orang tua (ortu) korban meninggal bumi pada kecelakaan di SDN Sukaratu 5, Desa Sukaratu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, tetap diselimuti duka nan mendalam. Tuti mengaku susah melupakan momentum kecelakaan nan menewaskan putranya, Muhamad Milal.

"Saya tetap dalam suasana duka, tetap dalam berkabung," kata Tuti, Selasa (5/5/2026).

Duka Tuti semakin bertambah, lantaran anaknya nan kedua juga mengalami trauma, usai menyaksikan peristiwa kecelakaan nan menimpa kakak kandungnya. Ia menyebut anaknya nan kedua tercatat sebagai siswa di SDN Sukaratu 5.

"Setelah kejadian dia menyaksikan pemindahan kakaknya, kayanya trauma dan akhirnya berpikir 'saya nggak punya kakak lagi'," katanya.

Tuti berambisi pelaku penabrak anaknya dan siswa lainnya diproses sesuai dengan peraturan norma nan berlaku. Meskipun begitu, saat ini dia tetap konsentrasi pada pemulihan anaknya, dan menyiapkan waktu tahlilan selama satu pekan.

"Harus diproses sesuai dengan peraturan nan berlaku, cuman kembali lagi kadang norma di negeri kita begitu. Kemarin polisi mengusulkan mau mediasi, jadi saya hanya konsentrasi ke anak dulu, urusan pelaku entar biar saya sama anak sembuh dulu," katanya.

Tuti kemudian meminta keadilan lantaran telah kehilangan putra kandungnya. Tuti berambisi pengusutan kasus ini dilakukan secara transparan.

"Harapan dapat keadilan seadil-adilnya, setidaknya dia bertanggung jawab atas perbuatannya dalam corak apa pun. Dan prosesnya jangan ditutup-tutupin, jika memang mau mediasi jangan ditutup-tutupin, pelakunya pejabat takut lenyap begitu saja," katanya.

Tuti menilai ada unsur kelalaian dari pengendara, Ahmad Mursidi nan juga sebagai kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Pandeglang. Sebab, menurut dia, kondisi Ahmad Mursidi, nan sedang sakit, memaksakan diri mengemudikan mobil, nan akhirnya berakibat pada timbulnya korban jiwa.

"Pasti ada kelalaian dan unsur kesengajaan, sudah tahu dia sakit, tapi dia memaksakan bawa mobil, dan akhirnya membahayakan orang lain," katanya.

Diketahui, dalam perkara ini, satu unit mobil Toyota Innova berpelat nomor A-1633-BF nan dikendarai oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pandeglang, Ahmad Mursidi, menabrak kerumunan siswa SDN Sukaratu 5 di Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, pada Kamis (30/4). Kasus ini telah naik ke penyidikan.

Ada sembilan orang nan menjadi korban dalam peristiwa itu. Dua orang lainnya dilaporkan meninggal dunia, ialah Dewi Handayani, seorang pedagang, dan Muhamad Milal, seorang siswa.

(jbr/jbr)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News