Petugas kesehatan melayani penduduk nan mengalami gangguan pernafasan di Rumah Oksigen Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Pekanbaru, Riau, Rabu (14/10/2026).(ANTARA/Rony Muharrman)
KASUS Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), dilaporkan mengalami peningkatan signifikan. Lonjakan ini terjadi di tengah kondisi kualitas udara nan masuk dalam kategori tidak sehat bagi golongan sensitif, sehingga masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam melindungi anak-anak dan balita.
Berdasarkan info kasus mingguan tahun 2026, jumlah penderita ISPA di Tanjungpinang meningkat dari 217 kasus pada minggu ke-39 menjadi 334 kasus pada minggu ke-40. Tercatat terjadi penambahan sebanyak 117 kasus hanya dalam kurun waktu satu pekan.
Peningkatan ini sejalan dengan kondisi kualitas udara nan memburuk. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Tanjungpinang tercatat mencapai nomor 103 hingga pukul 14.30 WIB. Angka tersebut mengindikasikan kualitas udara nan tidak sehat bagi golongan sensitif, termasuk anak-anak, balita, lansia, serta penduduk dengan riwayat gangguan pernapasan.
Imbauan Dinas Kesehatan
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang, Rustam, meminta masyarakat lebih memperhatikan kondisi udara dan menerapkan langkah pencegahan guna melindungi keluarga.
“Masyarakat diharapkan lebih memperhatikan kondisi udara dan menerapkan langkah pencegahan, terutama untuk melindungi balita dan anak-anak dari paparan polusi,” ujar Rustam, Jumat (16/10).
Ia menekankan agar orang tua membatasi aktivitas anak di luar ruangan saat kualitas udara memburuk. Jika anak terpaksa kudu keluar rumah dalam kondisi udara berpolusi alias berasap, penggunaan masker nan sesuai ukuran wajah menjadi perihal wajib. Masker kudu terpasang rapat menutupi hidung dan mulut untuk meminimalkan paparan partikel pencemar.
Langkah Pencegahan di Lingkungan Rumah
Selain membatasi aktivitas luar ruang, masyarakat juga diminta menjaga kualitas udara di dalam rumah. Beberapa langkah nan disarankan antara lain:
- Menutup pintu dan jendela saat polusi udara di luar rumah meningkat.
- Menghindari sumber pencemaran di sekitar tempat tinggal, seperti asap rokok.
- Menghentikan kebiasaan pembakaran sampah secara terbuka nan dapat memperburuk kualitas udara lokal.
Dari sisi kesehatan internal, pemenuhan gizi dan cairan anak kudu tetap terjaga. Orang tua diinstruksikan memastikan anak mengonsumsi makanan bergizi, minum air putih nan cukup, serta mendapatkan rehat nan memadai untuk menjaga keimunan tubuh.
Waspadai Gejala Serius
Rustam juga mengingatkan agar masyarakat tidak mengabaikan indikasi gangguan pernapasan pada anak. Gejala seperti batuk berkepanjangan, demam tinggi, hingga sesak napas memerlukan perhatian medis segera.
Orang tua diminta segera membawa anak ke akomodasi pelayanan kesehatan terdekat jika ditemukan gejala-gejala tersebut untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Upaya kolektif dalam memantau kondisi kesehatan dan mengurangi paparan polusi diharapkan dapat menekan akibat gangguan pernapasan pada golongan rentan di Tanjungpinang. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·