Kasus ISPA di Kota Tasikmalaya Melonjak, 6.811 Pasien Tercatat Hingga Juni 2026

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Kasus ISPA di Kota Tasikmalaya Melonjak, 6.811 Pasien Tercatat Hingga Juni 2026 Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra Hendriana,(MI/Kristiadi )

KASUS Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, dilaporkan mengalami peningkatan cukup signifikan pada pertengahan tahun 2026. Berdasarkan info Dinas Kesehatan setempat, tercatat sebanyak 6.811 pasien telah menjalani perawatan medis akibat dampak cuaca ekstrem nan melanda wilayah tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra Hendriana, menyatakan bahwa kejadian cuaca nan tidak menentu dalam beberapa bulan terakhir memicu lonjakan pasien di beragam akomodasi kesehatan, mulai dari RSUD Dr Soekardjo hingga rumah sakit swasta dan Puskesmas.

Data Sebaran Kasus ISPA di Kota Tasikmalaya

Menurut Asep, peningkatan kasus ini terpantau sejak periode Januari hingga April 2026. Penyakit ini didominasi oleh pasien usia balita dan anak-anak nan mengeluhkan indikasi pernapasan.

Kategori Kasus Jumlah Pasien
Pneumonia Balita 287
Bukan Pneumonia (ISPA Ringan) 6.517
Total Pasien 6.811

"Sejak Januari hingga April memang ada peningkatan. Untuk kasus pneumonia balita tercatat 287 pasien dan bukan pneumonia 6.517 pasien. Gejala nan muncul mulai dari batuk, hidung tersumbat, demam, susah bernapas, hingga nyeri otot dan diare nan dipicu oleh kondisi udara," ujar Asep Hendra Hendriana, Jumat (5/6).

Penyebab Utama: Cuaca Panas dan Debu

Asep menambahkan bahwa kondisi lingkungan saat ini sangat rentan memicu penyakit. Udara nan panas, gersang, dan berdebu menjadi aspek utama kuman serta virus penyebab gangguan pernapasan berkembang biak dengan cepat.

Meskipun jumlah pasien mencapai ribuan, Dinkes mengonfirmasi bahwa hingga saat ini tidak ada kasus kematian nan dilaporkan. Sebagian besar pasien nan berobat ke Puskesmas dapat langsung ditangani dan berangsur sembuh setelah mendapatkan pengobatan rutin.

Imbauan untuk Masyarakat:

  • Selalu menjaga pola hidup sehat dan bersih (PHBS).
  • Gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama saat cuaca berdebu.
  • Pastikan asupan nutrisi dan hidrasi anak terjaga untuk memperkuat imun tubuh.
  • Segera bawa ke akomodasi kesehatan jika anak mengalami indikasi sesak napas alias demam tinggi.

"Perubahan cuaca membikin warga, termasuk anak-anak, mudah terserang beragam penyakit seperti flu, asma nan kambuh, hingga diare. Kami meminta masyarakat untuk lebih waspada dan melindungi anak-anak saat keluar rumah mengingat kondisi udara nan kurang baik," pungkasnya. (AD/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑