Kapolri Perintahkan Sikat Bandar Narkoba Buntut Polisi Tewas

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh jajarannya untuk menindak tegas terukur kepada para bandar maupun gembong narkoba.

Hal tersebut diperintahkan Kapolri menyusul kasus meninggalnya personil Satresnarkoba Polres Katingan, Aipda Yudhie Perdana Putra saat hendak menangkap dan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Katingan Tengah, Katingan, Kalimantan Tengah.

"Lakukan tindakan tegas terukur terhadap bandar alias gembong narkoba nan melawan upaya penegakan hukum. Apalagi membahayakan jiwa petugas alias masyarakat," ujarnya kepada wartawan, Jumat (3/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sigit menyebut tindakan tegas terhadap seluruh bandar narkoba tersebut bermaksud untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia dari ancaman laten narkotika.

"Karena mereka (bandar narkoba) adalah penghancur generasi nan kudu diberantas untuk menyelamatkan masyarakat dari akibat ancaman narkoba nan bisa merusak generasi masyarakat dan bangsa," jelasnya.

Terlebih, kata dia, Indonesia bakal menghadapi bingkisan demografi. Sehingga dia menegaskan seluruh generasi bangsa Indonesia kudu dijaga dari ancaman akibat narkoba.

"Dalam menghadapi momentum bingkisan demografi nan kudu betul-betul kita jaga bersama," tuturnya.

Sebelumnya Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso  mengatakan peristiwa kematian Aipda Yudhie terjadi pada Rabu (1/7) malam ketika Satresnarkoba Polres Katingan menindaklanjuti info masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei.

Eko mengatakan hasil penyelidikan mengarah kepada seorang sasaran operasi berinisial BIO nan diketahui merupakan residivis kasus narkotika. Selanjutnya sebanyak 12 personel diterjunkan dalam operasi tersebut.

Setibanya di lokasi, tim dibagi menjadi dua golongan dengan titik pertama melakukan penindakan di rumah target, sedangkan tim kedua bersiaga di letak lain sebagai unsur pendukung.

"Saat proses penangkapan berlangsung, sasaran sukses diamankan. Namun situasi berubah ketika beberapa orang di dalam rumah dan penduduk sekitar melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam berupa parang," tuturnya.

Situasi semakin memanas lantaran massa tindakan terus bertambah dan melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam serta senjata api rakitan.

Akibat situasi nan semakin tidak terkendali, personel berupaya menyelamatkan diri sembari meminta support penebalan personel. Sejumlah personil terpaksa berenang menyeberangi sungai dan berlindung di area rimba untuk menghindari amukan massa.

"Dalam kejadian tersebut, Aipda Yudhie ditemukan meninggal bumi dengan luka akibat senjata tajam. Sementara Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana tetap dalam pencarian oleh tim gabungan," ujarnya.

(tfq/fra)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional