Kanker Usus Besar Bisa Dipicu Gaya Hidup, Kenali Gejalanya Sejak Dini

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Kanker Usus Besar Bisa Dipicu Gaya Hidup, Kenali Gejalanya Sejak Dini Kanker usus besar sering berkembang tanpa indikasi pada tahap awal. Kenali aspek risiko, tanda awal, dan kebiasaan nan dapat meningkatkan akibat penyakit ini.(Magnific)

KANKER usus besar menjadi salah satu penyakit nan perlu diwaspadai lantaran kerap berkembang tanpa tanda nan jelas pada tahap awal. Penyakit ini merupakan pertumbuhan sel galak pada usus besar nan umumnya ditandai dengan perubahan pola buang air besar secara terus-menerus.

Kondisi tersebut sering kali berasal dari polip usus, ialah benjolan jinak nan muncul pada tembok usus besar. Dalam beberapa kasus, polip dapat berkembang menjadi kanker andaikan tidak ditangani sejak dini.

Melansir Alodokter, penyebab pasti kanker usus besar hingga sekarang tetap terus diteliti. Namun, para mahir menduga terdapat sejumlah aspek nan dapat meningkatkan akibat seseorang terkena penyakit ini.

Gaya Hidup

Beberapa kebiasaan sehari-hari diketahui berangkaian dengan meningkatnya akibat kanker usus besar. Salah satunya adalah kurang mengonsumsi makanan berserat. Serat diketahui berkedudukan krusial dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan dan membantu proses pembuangan sisa makanan di usus.

Selain itu, terlalu sering mengonsumsi daging merah dan makanan tinggi lemak juga diduga dapat meningkatkan akibat kanker usus besar. Kebiasaan merokok, konsumsi minuman beralkohol, serta minimnya aktivitas bentuk turut menjadi aspek nan perlu diwaspadai.

Orang nan jarang berolahraga alias mempunyai style hidup sedentari dinilai lebih rentan mengalami gangguan kesehatan, termasuk kanker usus besar.

Faktor Keturunan

Tidak hanya style hidup, beberapa kondisi medis juga dapat meningkatkan akibat seseorang mengalami kanker usus besar. Risiko lebih tinggi dapat terjadi pada orang nan mempunyai riwayat family dengan penyakit serupa, terutama jika dialami oleh orang tua alias kerabat kandung.

Penderita polip usus, obesitas, diabetes, dan penyakit radang usus juga termasuk golongan nan lebih rentan terkena kanker usus besar. Selain itu, orang nan pernah menjalani radioterapi di area perut mempunyai akibat lebih besar mengalami penyakit ini.

Faktor usia turut memengaruhi. Kanker usus besar lebih sering ditemukan pada orang berumur di atas 50 tahun. Di samping itu, terdapat pula aspek genetik tertentu seperti familial adenomatous polyposis (FAP) dan sindrom Lynch nan dapat meningkatkan kemungkinan munculnya kanker usus besar.

Tanda Gejala

Pada stadium awal, kanker usus besar terkadang tidak menimbulkan indikasi sama sekali. Namun, beberapa tanda awal nan sering muncul antara lain diare alias sembelit nan berjalan terus-menerus, perut kembung, kram perut, hingga perubahan corak dan warna tinja.

Gejala lain nan perlu diwaspadai adalah buang air besar berdarah meski tanpa rasa sakit. Karena gejalanya mirip gangguan pencernaan biasa, banyak penderita nan terlambat menyadari kondisi tersebut.

Saat kanker memasuki stadium lanjut, penderita dapat mengalami tubuh mudah lelah, sensasi buang air besar nan tidak tuntas, perubahan corak tinja dalam waktu lama, hingga penurunan berat badan drastis.

Apabila kanker sudah menyebar ke organ lain, indikasi nan muncul bisa lebih serius, seperti penyakit kuning, pandangan kabur, pembengkakan pada tangan dan kaki, sakit kepala, tulang mudah patah, hingga sesak napas. (Alodokter/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia