Kalapas Cerita Upaya Napi Korupsi-Umum Kontribusi untuk Asta Cita Lewat Sukaboat

Sedang Trending 4 minggu yang lalu

Jakarta -

Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat dikenal sebagai lapas narapidana (napi) kasus korupsi, namun di dalamnya juga terdapat napi kasus pidana umum. Mereka bekerja-sama dalam pengarahan kerja pembuatan kapal sigap alias speedboat.

Produk kapal buatan napi Lapas Sukamiskin itu diberi merk Sukaboat. Dalam prosesnya, narapidana kasus korupsi mengawaki sisi manajerial produksi kapal, sementara penduduk bimbingan kasus pidana umum mengerjakan aspek teknis.

"Dalam pembuatan kapal ini narapidana kasus korupsi nan mempunyai basic manajemen, penemuan dan skill di bagian kapal serta kreasi akhirnya melebur dengan narapidana umum seperti kasus narkoba dan kejahatan jalanan," kata Kalapas Sukamiskin Nanank Syamsuddin saat ditemui detikcom pada Jumat (21/8/2026) di Lapas Sukamiskin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nanank Syamsuddin mengaku awal menjadi Kalapas Sukamiskin sempat berpikir program aktivitas kerja bakal susah dikembangkan di lapas nan kebanyakan dihuni narapidana kasus korupsi. Sebab, menurutnya, sebagian penduduk bimbingan tersebut sebelumnya merupakan pejabat alias ketua di lembaga maupun lembaga dan terbiasa bekerja pada level manajerial.

"Ini adalah lapas untuk narapidana korupsi. Tentunya imej nan ada di akal saya, tidak ada program nan jalan lantaran ini adalah kaum intelektual," sebut Nanank.

Menurut Nanank, aktivitas kerja di lapas selama ini identik dengan pekerjaan nan memerlukan keterlibatan langsung di lapangan. Sementara sebagian penduduk bimbingan kasus korupsi di Sukamiskin mempunyai latar belakang pekerjaan di kembali meja.

"Rata-rata program kerjanya itu adalah skala kerja lapangan. Nah, di situ nan tumbuh di akal saya bahwa ini bakal susah melangkah lantaran mereka kan dulu sebelum masuk sini pejabat alias ketua instansi/lembaga nan biasa di manajerial. Ini adalah perihal susah lantaran kita berpikirnya, oh, kerja lapangan," ujarnya.

Nanank mengaku dia memandang pendekatan lain seiring berjalannya waktu. Pihak lapas memandang kapasitas, pengetahuan dan pengalaman nan dimiliki napi koruptor. Kemampuan mereka, dijelaskan Nanank, dapat diarahkan untuk membantu mengembangkan program pembinaan di dalam lapas.

"Seiring berjalannya waktu rupanya memang kita menemukan nilai nan berbeda. Keberadaan mereka di sini tentunya kita kudu sesuaikan dengan kapabilitas mereka nan latar belakang kasus korupsi. Kalau kita paksakan mereka kerja lapangan tentunya tidak maksimal," kata Nanank.

Nanank menjelaskan napi dengan pengalaman ahli dan manajerial didorong menyumbangkan pendapat maupun keahlian nan dimiliki. Salah satu hasilnya adalah Sukaboat.

"Akhirnya kita sorong adalah pemikiran-pemikiran jenius alias pengalaman mereka untuk membantu mengembangkan program pengembangan penduduk bimbingan di dalam lapas," sambung dia.

Nanank menyebut aktivitas pembuatan speedboat sekarang menjadi salah satu program kerja unggulan Lapas Sukamiskin. Kini Sukamiskin menjadi satu-satunya lapas nan mempunyai program pengarahan kerja membikin speedboat.

"Ini sudah ada praktik positifnya, ialah pengembangan pembuatan kapal sigap alias speedboat. Di Indonesia setahu saya hanya di Sukamiskin saat ini. Dulu pernah ada di Porong, namun kala itu tidak berlanjut. Di sini justru program kerja pembuatan kapal menjadi 'nilai jual' alias unggulan kami," kata Nanank.

Nanank mengatakan produk nan dihasilkan juga mulai mendapatkan respons dari pasar. "Alhamdulillahnya minat pasar sudah ada. Ada nan membeli produk kita apalagi lebih dari 20 unit," tutur dia.

Nanank mengatakan Lapas Sukamiskin mempunyai kapabilitas 560 penghuni. Berdasarkan info per 19 Agustus, jumlah penduduk bimbingan nan menghuni lapas tersebut tercatat sebanyak 429 orang.
Dari jumlah itu, 290 orang merupakan penduduk bimbingan perkara korupsi. Sisanya berasal dari beragam perkara pidana umum, mulai narkoba, pencurian hingga tindak pidana lainnya.

Bagi Nanank, perbedaan latar belakang itu tidak hanya menjadi persoalan dalam menentukan jenis pembinaan, tetapi juga dapat dimanfaatkan dengan pembagian peran sesuai keahlian masing-masing, terkhusus dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Pengembangan Sukaboat juga diarahkan untuk menjangkau sektor perikanan.

"Kalau memandang kembali Asta Cita Bapak Presiden, sektor ketahanan pangan itu bukan hanya pertanian saja. Tapi ada ekonomi biru nan menjadi sasaran Presiden. Nah, pengembangan produk kapal di sini juga menjadi pendukung dari capaian terhadap ekonomi biru, lantaran ada produk kapal nelayan nan kelak kita bakal salurkan ke daerah-daerah ekonomi biru," kata Nanank.

Diberitakan sebelumnya Lapas Sukamiskin berada di tengah Kota Bandung nan letak geografisnya jauh dari laut alias perairan dalam. Namun lapas ini justru membuka aktivitas bimker pembuatan kapal sigap alias speedboat untuk para napi.

Dua letak mirip hanggar difungsikan oleh pihak lapas menjadi galangan speedboat. Para napi dilatih mulai dari proses cetak, amplas, las, pembesian hingga finishing badan speedboat.
Konsep, desain, manajemen produksi hingga pekerjaan teknis dikerjakan napi.

(aud/idn)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑