Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatra Barat (Sumbar) Dedie Tri Haryadi memberikan apresiasi unik kepada Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade atas perannya menginisiasi percepatan pembangunan Jalan Tol Pekanbaru–Padang Seksi Bukittinggi–Sicincin. Menurut Dedie, masyarakat Sumbar patut berterima kasih lantaran proyek strategis nasional tersebut sekarang semakin dekat menuju tahap konstruksi.
Pernyataan itu disampaikan Dedie usai memimpin rapat Pembahasan Persiapan Pembangunan Ruas Jalan Tol Pekanbaru–Padang Seksi Bukittinggi–Sicincin di Kantor Kejati Sumbar, Selasa (14/7/2026). Rapat dihadiri seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, BPN, Kementerian Pekerjaan Umum, PT Hutama Karya, BPJN Sumbar hingga jejeran kejaksaan.
“Hari ini kita membahas jalan tol Padang–Sicincin–Bukittinggi. Semua stakeholder hadir. Pada intinya, pembangunan jalan tol ini insyaallah sudah siap kita mulai dan tepat waktu, tepat sasaran sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat Sumatra Barat,” kata Dedie.
Secara khusus, Dedie menyampaikan penghargaan kepada Andre Rosiade nan dinilainya menjadi motor penggerak lahirnya pembahasan percepatan proyek tersebut. “Kami terus terang berterima kasih kepada Pak Andre Rosiade. Beliau nan memprakarsai aktivitas pembangunan jalan tol Sicincin sampai Bukittinggi. Masyarakat Sumatera Barat juga kudu berterima kasih lantaran proyek ini bakal memberikan faedah besar bagi daerah,” ujarnya.
Dedie menegaskan beragam persoalan nan sempat menjadi hambatan pembangunan telah dibahas berbareng dan diurai melalui koordinasi lintas instansi. Menurutnya, seluruh pihak sekarang bekerja sebagai satu tim untuk memastikan proyek melangkah tanpa hambatan. “Sudah kita urai. Kita satu tim, teamwork nan solid dan utuh. BPN berbareng Kasi Datun bakal turun langsung memandang kondisi di lapangan, memastikan status tanah betul-betul clear and clean,” katanya.
Terkait pembebasan lahan, Dedie menyebut pendekatan nan dilakukan mengedepankan kepentingan masyarakat. “Kata Pak Andre, ini bukan tukar rugi, malah tukar untung,” ujarnya.
Kejati Sumbar, lanjut Dedie, juga bakal memberikan pendampingan norma andaikan muncul persoalan, termasuk jika terjadi perselisihan nan melibatkan masyarakat adat. “Kita bakal melakukan pendampingan andaikan ada perselisihan oleh masyarakat adat. Kita bakal selesaikan nanti,” katanya.
Menanggapi apresiasi tersebut, Andre Rosiade justru menyampaikan terima kasih kepada Kajati Sumbar dan seluruh jejeran Kejaksaan Tinggi Sumbar nan dinilainya menjadi penggerak utama koordinasi percepatan pembangunan tol.
“Kami sebagai personil DPR mewakili seluruh masyarakat Sumbar mengucapkan terima kasih kepada Pak Kajati dan seluruh jejeran Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat nan sudah luar biasa bekerja keras menginisiasi dan mengoordinasikan pertemuan ini. Ini sudah pertemuan nan ketiga dan alhamdulillah seluruh persoalan bisa diurai,” kata Andre.
Andre mengungkapkan dua persoalan utama nan selama ini menjadi perhatian akhirnya telah memperoleh solusi. Pertama, trase tol dipastikan tidak lagi melewati area Kubang Putih, Agam sehingga polemik nan berkembang di masyarakat dapat diakhiri. Kedua, letak exit tol Padang Panjang juga telah disepakati dengan kreasi baru nan lebih dekat ke Kota Bukittinggi.
“Urusan Kubang Putih sudah selesai. Trase nan baru tidak melewati Kubang Putih. Saya minta polemik segera dihentikan lantaran seluruh stakeholder sudah sepakat. Begitu juga exit tol Tarasan Panjang sudah ada solusi baru nan tidak bermasalah,” ujar Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.
Menurut Andre, perubahan trase dilakukan agar pembangunan tidak terus tertunda akibat polemik di lapangan. Ia menegaskan kepentingan proyek tol jauh lebih besar lantaran bakal mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat.
“Kalau Padang terhubung ke Pekanbaru, hasil pertanian Sumbar bisa lebih mudah dikirim ke Riau. Sebaliknya, masyarakat Riau bisa datang berekreasi ke Sumbar setiap akhir pekan. Perputaran ekonominya bisa mencapai ratusan miliar rupiah per hari. Jadi ini bukan hanya untuk satu nagari, tetapi kepentingan seluruh masyarakat Sumbar,” katanya.
Andre optimistis, setelah beragam persoalan sukses dimitigasi melalui koordinasi nan dipimpin Kajati Sumbar, PT Hutama Karya dapat memulai proses bangunan ruas Bukittinggi–Sicincin pada akhir tahun ini.
Rapat tersebut turut dihadiri Direktur Jalan Bebas Hambatan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU Dedy Gunawan, Kepala Kantor Wilayah BPN Sumbar Teddi Guspriadi, Direktur Utama PT Hutama Karya Koentjoro, Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi, Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumbar Medi Iswandi, Bupati Agam Benny Warlis, Bupati Tanah Datar Eka Putra, Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis, serta Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias. (*)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·