PT Kereta Api Indonesia (Persero) alias KAI mencatatkan laba tahun melangkah 2025 sebesar Rp 2,28 triliun, naik 2,77 persen dibandingkan pencapaian tahun 2024 sebesar Rp 2,22 triliun.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025, pemegang saham menyetujui keahlian finansial konsolidasian KAI Group. Kinerja tersebut ditopang untung upaya nan tumbuh 10,35 persen, arus kas operasi nan naik 36,43 persen, serta penguatan aset perusahaan.
“Kinerja finansial nan sehat membikin KAI mempunyai ruang lebih kuat untuk menjaga keselamatan perjalanan, merawat sarana, memastikan kesiapan operasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan," ujar Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan resmi, Senin (6/7).
Sepanjang 2025, perusahaan melayani 503.549.740 pengguna dan 69.791.691 ton barang. Dari sisi pendapatan, KAI Group membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp 35,76 triliun pada 2025, sedikit turun dibandingkan 2024 sebesar Rp 36,11 triliun. Sementara untung upaya KAI Group meningkat 10,35 persen menjadi Rp 8,39 triliun dari sebelumnya Rp 7,60 triliun.
Di sisi lain, beban pokok pendapatan tercatat Rp 23,02 triliun, lebih rendah dibandingkan 2024 sebesar Rp 23,27 triliun. Beban upaya juga turun dari Rp 5,23 triliun pada 2024 menjadi Rp 4,35 triliun pada 2025. Dengan pengelolaan tersebut, untung sebelum pajak KAI Group naik 12,20 persen menjadi Rp 3,71 triliun.
Kemudian, arus kas bersih dari aktivitas operasi perusahaan mencapai Rp 7,15 triliun, naik 36,43 persen dibandingkan 2024 sebesar Rp 5,24 triliun. Penerimaan kas dari pengguna mencapai Rp 28,59 triliun, tumbuh 12,68 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp 25,37 triliun. Kas dan setara kas pada akhir 2025 turut meningkat 37,22 persen menjadi Rp 6,76 triliun.
Dari sisi posisi keuangan, total aset KAI Group mencapai Rp 105,43 triliun, naik 8,58 persen dibandingkan 2024 sebesar Rp 97,10 triliun. Ekuitas meningkat 11,23 persen menjadi Rp 39,29 triliun. Sementara itu, aset tetap naik 26,84 persen menjadi Rp 37,30 triliun.
Anne menegaskan, KAI memandang keahlian finansial sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam menjaga jasa publik berbasis rel. Semakin sehat perusahaan, semakin kuat pula keahlian KAI untuk melayani masyarakat secara konsisten, aman, dan berkelanjutan.
“Bagi KAI, angka-angka dalam keahlian finansial kudu bermuara pada pelayanan. Setiap penguatan perusahaan kudu membantu pengguna mendapatkan jasa kereta api nan aman, nyaman, mudah diakses, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” tutup Anne.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·