Kaesang Maju di Dapil Neraka Jateng V Dinilai Sinyal Perang Terbuka dengan PDIP

Sedang Trending 17 jam yang lalu
Ketum PSI Kaesang Pangarep berbareng Ketua DPP PDIP Puan Maharani memberikan keterangan pers mengenai pertemuan nan dilakukan di area Menteng, Jakarta, Kamis (5/10/2023). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Keputusan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep maju sebagai bakal calon legislatif DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V pada Pileg 2029 dinilai wajar memunculkan persepsi adanya “perang terbuka” dengan PDIP.

Pengamat politik Adi Prayitno mengatakan persepsi itu muncul lantaran Dapil Jateng V selama ini dikenal sebagai salah satu pedoman kuat PDIP sekaligus menjadi wilayah nan dinilai tetap mempunyai pengaruh politik Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), khususnya di Solo.

“Wajar banyak nan mengatakan ini semacam perang terbuka dengan PDIP. Apapun judulnya dapil V jateng ini kandang Banteng dapat 3 bangku DPR, ada Puan Maharani juga di dapil ini nan suaranya sangat kuat. Pada saat bersamaan, dapil ini juga diyakini jaring politik Jokowi tetap kuat, khususnya Solo,” kata Adi saat dikonfirmasi, Selasa (28/7).

Adi mengatakan, keberadaan Ketua DPP PDIP sekaligus Ketua DPR Puan Maharani sebagai politikus nan merajai Dapil Jateng V membikin langkah Kaesang dipersepsikan sebagai upaya menghadapi langsung PDIP di wilayah nan selama ini menjadi lumbung bunyi partai berlambang banteng tersebut.

“Karena Dapil V Jateng itu salah satu pedoman PDIP dan ada Puan juga, maka muncul persepsi bahwa ini mau head to head dengan PDIP. Satu sisi Dapil V Jateng itu pedoman merah, sisi lainnya Jokowi relatif kuat khususnya di Solo,” ujarnya.

Menurut Adi, langkah Kaesang juga dapat dibaca sebagai pesan politik bahwa dirinya bakal memimpin langsung pertarungan PSI pada Pemilu 2029, terutama menghadapi partai-partai besar, termasuk PDIP.

“Majunya Kaesang sepertinya mau kasih pesan bahwa dia bakal pimpin langsung Perang Terbuka di 2029 melawan semua partai politik, wabil unik PDIP. Makanya dia minta semua kader PSI solid. Problemnya, apakah bisa? Tinggal tunggu gimana hasil Pileg 2029 nanti,” ucap Adi.

Meski demikian, Adi mengingatkan tidak semua pihak sepakat jika langkah tersebut diposisikan sebagai pertarungan langsung antara PSI dan PDIP. Sebab, PSI hingga sekarang belum pernah lolos ke DPR RI sehingga dinilai belum selevel dengan partai-partai besar.

“Meski pada saat berbarengan banyak pihak nan bilang bahwa tak apple to apple menghadap-hadapkan PDIP dengan PSI nan tak pernah lolos parlemen. Hanya partai penguasa seperti Gerindra alias partai besar seperti Golkar dan PKB nan dinilai layak sebagai penantang PDIP,” katanya.

Adi juga menilai terlalu jauh jika pencalonan Kaesang di Dapil Jateng V dikaitkan sebagai pertarungan antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Jokowi.

“Terlalu mini mengaitkan ini sebagai pertarungan Mega dan Jokowi. Karena hanya Dapil V nan kebetulan di situ ada mbak Puan dan Kaesang. Bagi saya itu kebetulan saja,” ujarnya.

Menurut Adi, pemilihan Dapil Jateng V lebih disebabkan pertimbangan elektoral. Ia menilai Kaesang mempunyai kesempatan memperoleh bangku DPR di dapil tersebut lantaran tetap kuatnya pengaruh politik Jokowi di Solo, sementara PDIP juga sudah lama mempunyai pedoman support nan mengakar.

Jokowi tiba di Lampung disambut para kader PSI. Foto: Dok. kumparan

“Kebetulan paling utama lantaran hanya di Dapil V Jateng inilah Kaesang ada angan bisa dapat bangku DPR lantaran Jokowi dinilai tetap kuat di Solo khususnya. Di dapil lain Kaesang kudu kerja keras. Kebetulan kedua lantaran di Dapil V ini sejak lama Puan dapat support kuat plus PDIP nan mengakar,” kata Adi.

Di sisi lain, Adi menilai sekalipun Kaesang nantinya sukses meraih satu bangku DPR dari Dapil Jateng V, perihal itu belum tentu mengurangi perolehan bunyi PDIP.

“Sekalinyapun Kaesang dapat 1 bangku DPR, belum tentu bunyi PDIP berkurang. Jangan-jangan malah nan tergerus justeru partai lain mengingat kader Banteng terkenal solid,” tuturnya.

“Di Dapil V Jateng itu ada 8 kursi. nan mestinya merasa terancam itu majelis bunyi nan perolehan suaranya paling bawah ialah dari PKB dan PAN,” pungkas dia.

Sebelumnya, Kaesang mengumumkan bakal maju sebagai caleg DPR RI pada Pileg 2029. Keputusan itu disampaikan saat memberikan pengarahan dalam Rakorda DPD PSI Solo di Solo, Sabtu (25/7).

Kaesang bakal maju melalui Dapil Jawa Tengah V nan mencakup Kabupaten Boyolali, Klaten, Sukoharjo, dan Kota Solo.

Dapil tersebut selama ini diisi sejumlah politikus PDIP, termasuk Puan Maharani dan Aria Bima.

Saat memberikan arahan, Kaesang meminta seluruh kader PSI memperkuat kehadiran di tengah masyarakat.

“Kader PSI kudu aktif mengikuti aktivitas sosial masyarakat, mulai dari menghadiri pengajian hingga melayat ketika ada penduduk nan meninggal dunia. Kita datang sebagai masyarakat untuk mengucapkan duka kepada tetangga alias temannya,” kata Kaesang.

Ia kemudian menegaskan dirinya bakal maju sebagai caleg DPR RI dari Dapil Jawa Tengah V.

“Pesan nan saya sampaikan tadi bukan pesan saya sebagai ketua umum, tapi pesan saya sebagai bakal calon legislatif RI Dapil V Jawa Tengah. Insya Allah saya bakal membersamai seluruh kader, terkhusus di Solo lantaran teritori nan diberikan kepada saya hanya di Kota Solo,” kata Kaesang.

Oleh lantaran itu, dia bakal menghadapi persaingan ketat. Dapil nan mencakup Kabupaten Boyolali, Klaten, Sukoharjo, dan Kota Solo itu dikenal sebagai salah satu pedoman kuat PDIP, dengan Ketua DPR sekaligus Ketua DPP PDIP Puan Maharani menjadi peraih bunyi terbanyak pada Pileg 2024.

Berdasarkan hasil Rekapitulasi Nasional KPU pada Pileg 2024, total pengguna kewenangan pilih di Dapil Jawa Tengah V mencapai 2.556.296 pemilih. Dari hasil tersebut, Puan memimpin perolehan bunyi calon legislatif dengan 297.366 suara.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan