loading...
Ilustrasi server menyala di ruang data. Celah PHP2Shell menakut-nakuti jutaan server nan tetap memakai PHP jenis lawas. Foto: Gemini
JAKARTA - Celah kritis PHP2Shell bukan ancaman di atas kertas. Upaya serangan sudah terpantau apalagi sebelum patch resmi dirilis. Pemilik situs, mulai dari lembaga pemerintah, perusahaan, media, hingga pemilik blog WordPress, diminta segera bertindak.
Serangan sudah berjalan
Patchstack menerima laporan sejumlah kejadian pemanfaatan aktif dari mitra hosting pada Rabu (21/10) pukul 07.34 UTC, beberapa jam sebelum patch tersedia.
CTO Cloudflare Dane Knecht juga melaporkan adanya serangan awal. Amazon Threat Intelligence apalagi mendeteksi upaya pemanfaatan PHP2Shell sejak Sabtu (17/10) di jaringan umpan MadPot.
Kode nan diklaim bisa mengeksploitasi celah ini juga sudah beredar di GitHub.
Sebagian disebut tidak berfungsi, tetapi peneliti Tolmo Matt Suiche mengatakan timnya sukses membikin eksploit nan bekerja dalam waktu kurang dari sehari berkah support AI. Sebelumnya, pekerjaan semacam itu butuh berminggu-minggu.
Skala Paparan
Dua pemindaian internet memberi gambaran besarnya risiko. VirusTotal mencatat sekitar 5,1 juta alamat IP menjalankan PHP. Modat menemukan 4,38 juta jasa PHP di 1,89 juta host.
Masalah terbesarnya, sebagian besar server memakai PHP jenis lawas nan sudah tidak didukung. Menurut Modat, sekitar 79% jasa nan versinya terbaca melangkah di bagian nan sudah lenyap masa dukungannya.
PHP 7.4, nan pensiun sejak 2022, tetap dipakai di 878.761 layanan, lebih banyak dari bagian mana pun nan tetap didukung. Versi-versi lawas ini tidak bakal mendapat perbaikan resmi.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·