Orang-orang berkumpul untuk bersungkawa atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei( ATTA KENARE / AFP)
JUTAAN pelayat memadati kota-kota suci di Irak, ialah Najaf dan Karbala, untuk menghadiri prosesi pemakaman Pemimpin Besar Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei. Kehadiran massa nan masif ini menandai penghormatan terakhir bagi tokoh nan dijuluki sebagai pemimpin martir tersebut.
Dilansir dari Al-Jazeera, Rabu (8/7), pasukan Mobilisasi Populer Irak (PMF), alias Hashd al-Shaabi menyebut terdapat lebih dari 2,3 juta orang datang dalam pemakaman tersebut. PMF mengatakan dalam pernyataan nan disiarkan oleh media Iran, IRIB, bahwa jumlah pelayat terus meningkat. Mereka berdatangan dari seluruh Irak. PMF merupakan golongan payung paramiliter nan dibentuk tahun 2014 untuk membantu pemerintah Irak melawan golongan ISIS.
Gelombang pelayat terus mengalir ke pusat-pusat keagamaan di Irak sejak pengumuman upacara pemakaman dilakukan. Najaf dan Karbala, nan merupakan jantung spiritual bagi umat Islam Syiah, menjadi titik konsentrasi utama bagi jutaan orang nan datang dari beragam wilayah untuk memberikan penghormatan terakhir.
Diberitakan oleh Iraqinews, prosesi sepanjang 6 kilometer dimulai pada pukul 06.00 waktu setempat dan melintasi Jembatan Kufa serta Alun-Alun al-Sadreen sebelum tiba di makam Ali Khamenei untuk salat jenazah.
Untuk mengakomodasi kerumunan nan sangat besar, pemerintah Irak menetapkan tanggal 8 Juli sebagai hari libur nasional.
Setelah upacara di Najaf, prosesi pemakaman bakal dilanjutkan ke Karbala untuk upacara perpisahan kedua di Irak di Makam Imam Hussein. Pejabat setempat di Karbala memperkirakan bahwa hingga tujuh juta orang telah datang untuk menghadiri upacara tersebut.
Para pemimpin senior Iran dan Irak turut serta dalam iring-iringan tersebut, termasuk Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf. (H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·