Manajer Liverpool, Jurgen Klopp.(Dok. rfl)
DUNIA sepak bola diguncang kontroversi besar setelah FIFA secara mengejutkan membatalkan sanksi kartu merah penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun. Keputusan ini memicu reaksi keras dari beragam tokoh sepak bola, termasuk mantan manajer Liverpool, Jurgen Klopp, nan menyebut integritas olahraga sekarang sedang dipertaruhkan.
Balogun awalnya dijadwalkan tidakhadir dalam laga babak 16 besar melawan Belgia pada Senin (6/7) setelah menerima kartu merah langsung saat AS menang 2-0 atas Bosnia di babak 32 besar.
Namun, pada hari Minggu, FIFA memutuskan untuk menangguhkan balasan tersebut selama satu tahun, nan secara otomatis membikin pemain berumur 25 tahun itu tersedia untuk dimainkan.
Kritik Pedas Jurgen Klopp
Jurgen Klopp, nan santer dikabarkan bakal menjadi pembimbing timnas Jerman berikutnya menyusul pengunduran diri Julian Nagelsmann, tidak menahan diri dalam memberikan komentar. Ia menilai keputusan tersebut melanggar patokan dasar sepak bola.
"Itu adalah kartu merah. Meskipun sangat disayangkan Balogun tidak bisa bermain, patokan tetaplah aturan," ujar Klopp.
"Ini adalah permainan kita, bukan permainan mereka. Jika betul Trump dan Infantino mengatur semua ini di antara mereka sendiri, itu gila. Hal ini membikin segalanya patut dipertanyakan."
Klopp juga menambahkan kritiknya terhadap keterlibatan pihak luar dalam keputusan teknis lapangan. "Dua perseorangan ini, nan keduanya tidak mengerti tentang sepak bola, semestinya tidak mempunyai kaitan apa pun dengan perihal ini," tegas laki-laki berumur 59 tahun tersebut.
Dugaan Intervensi Politik
Laporan dari sumber AFP menyebut bahwa Presiden AS Donald Trump secara pribadi menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino untuk meminta peninjauan kembali balasan Balogun. Trump sendiri, melalui platform Truth Social, memuji langkah FIFA tersebut.
"Terima kasih kepada FIFA lantaran telah melakukan perihal nan betul dan membatalkan ketidakadilan besar ini," ungkap Trump.
Di sisi lain, Presiden Federasi Sepak Bola Jerman (DFB), Bernd Neuendorf, menuntut penjelasan segera dari FIFA. Ia mengkhawatirkan akibat jangka panjang terhadap kredibilitas turnamen.
"Kesan bahwa ada intervensi politik aktif dalam olahraga kudu segera dan secara meyakinkan dihilangkan. Ini menyangkut integritas kejuaraan dan kredibilitas FIFA," kata Neuendorf kepada SID.
Celah dalam Statuta FIFA
Secara regulasi, kartu merah langsung semestinya memicu larangan bertanding satu kali secara otomatis tanpa bisa dibanding. Namun, FIFA menggunakan celah dalam statuta nan memungkinkan badan pengatur untuk "menangguhkan penerapan tindakan disipliner secara penuh alias sebagian."
Aturan nan jarang diketahui ini sebelumnya juga digunakan untuk membatalkan suspensi tiga pertandingan Cristiano Ronaldo menjelang turnamen, nan memungkinkannya tampil di dua laga awal Portugal. Dengan keputusan ini, Balogun dipastikan bakal memimpin lini depan Amerika Serikat dalam laga krusial fase gugur melawan Belgia. (rfl/Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·