Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menunjukkan keakraban saat menghadiri upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin.
Usai upacara, Prabowo dan Megawati tampak meninggalkan letak aktivitas dengan wajah tersenyum sembari berdampingan tangan, sebagaimana terpantau melalui siaran daring.
Sebelumnya, Prabowo juga terlihat memasuki area upacara berbareng Megawati nan menjabat Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Turut datang dalam aktivitas tersebut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain berbareng Megawati, Prabowo tampak berbincang dengan sejumlah tokoh Nasional dia antaranya Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla serta Wakil Presiden Ke-13 RI Ma'ruf Amin.
Dalam perbincangan tersebut datang pula Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto berambisi pertemuan Prabowo dan Megawati menjadi momentum membahas beragam rumor strategis mengenai arah masa depan bangsa dan negara.
"Beliau adalah Presiden Kelima nan mempunyai banyak pengalaman dan juga mempunyai kedekatan individual dengan Presiden Prabowo, sehingga pertemuan itu diharapkan membahas beragam perihal strategis mengenai arah bangsa dan negara ke depan," kata Hasto usai menghadiri peringatan Hari Lahir Pancasila di Halaman Masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Menurut dia, hubungan Prabowo dan Megawati selama ini terjalin baik serta dilandasi komitmen nan sama untuk menjaga persatuan nasional dan memperkuat ideologi Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
"PDI Perjuangan menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat nan diberikan Presiden Prabowo kepada Ibu Megawati Soekarnoputri dalam rangkaian peringatan Hari Lahir Pancasila," ujar Hasto.
Menurut dia, kehangatan tersebut mencerminkan semangat gotong royong dan persaudaraan kebangsaan nan diperlukan untuk menghadapi beragam tantangan bangsa.
Hasto menilai komunikasi, rasa hormat, dan hubungan baik antara kedua tokoh bangsa tersebut menjadi modal krusial dalam memperkuat persatuan nasional.
Jokowi tak diundang
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tidak menghadiri upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Kompleks Kementerian Luar Negeri tersebut.
Ajudan Jokowi, AKBP Syarif Muhammad Fitriansyah, mengungkapkan Jokowi tidak mendapat undangan untuk datang upacara peringatan di Jakarta.
"Hingga pagi hari ini [red: kemarin] kami belum menerima undangan untuk Bapak Joko Widodo menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila," kata Syarif melalui keterangan tertulis dilansir dari detikJateng, Senin (1/6).
Berdasarkan pantauan detikJateng, Jokowi sejak Senin pagi berada di kediamannya di Sumber, Banjarsari, Solo. Jokowi melayani penduduk nan antre berpotret di libur panjang Waisak 2570 BE/2026.
Tengah hari, Jokowi nan mengenakan kemeja putih dan celana hitam terlihat meninggalkan kediamannya.
Hari lahir Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Juni bertindak sejak ditetapkan Presiden Joko Widodo pada 2016 lalu.
Tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahir Pancasila didasari pidato Sukarno di BPUPKI pada 1945 silam.
Jokowi mengumumkan penetapan tanggal 1 Juni sebagai Hari Libur Nasional Lahirnya Pancasila saat memperingati Pidato Bung Karno dan kelahiran Pancasila di depan Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Rabu 1 Juni 2016 silam.
Alasan penetapan tersebut, kata Jokowi, adalah Pancasila merupakan ideologi negara Indonesia. Karenanya, Jokowi menganggap sudah selaiknya diperingati dan menjadi hari libur nasional.
"Ini adalah posisi tertinggi di dalam sebuah negara. Sehingga kita putuskan 1 Juni ditetapkan, kemudian diliburkan dan diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila," ujar Jokowi, Rabu, 1 Juni 2016.
(antara/gil)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·