JK Ungkap Rismon Sianipar Minta Bertemu: Mau Minta Uang, Saya Tolak

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla memberikan pembaruan terhadap kasus pencemaran nama baiknya di area Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu (5/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), membongkar kebenaran baru di kembali tuduhan pendanaan kasus piagam Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Ia secara blak-blakan menepis tudingan keterlibatan dirinya dengan mengungkap bahwa pihak pelapor, Rismon Sianipar, sempat meminta duit dan mencoba mengatur pertemuan, serta menyebut sosok Roy Suryo nan juga meminta untuk bertemu.

"Si Rismon mau ketemu saya dengan tujuh orang, saya tidak terima. Minta duit itu, saya tolak," ungkap JK saat menggelar media briefing di kediamannya, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

Tak hanya menolak Rismon dan rombongannya, JK juga menegaskan bahwa dirinya menutup pintu rapat-rapat saat master telematika Roy Suryo mencoba menemuinya.

"Roy Suryo mau ketemu, saya tolak. Tanggal 2 Maret, dia mau ketemu saya dengan tujuh orang. Saya tidak terima," tegasnya.

Lantaran seluruh permintaan pertemuan dan duit tersebut ditolak mentah-mentah, JK menduga perihal itu memicu Rismon meradang hingga menciptakan ketidakejujuran publik untuk menyerang dirinya dan sejumlah tokoh nasional lainnya.

"Karena saya tidak kasih, dia buat tuduhan ini. Dia libatkan semua orang, tuduh saya, tuduh Pak SBY. Ini murni tuduhan dan pengalihan isu. Makanya saya laporkan dia ke Bareskrim," beber JK.

Rismon Sianipar usai menjalani pemeriksaan mengenai piagam tiruan Presiden ke-7 Joko Widodo alias Jokowi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (26/5/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Fitnah dan pengalihan rumor nan dimaksud JK berangkaian dengan tuduhan tak berdasar dari Rismon nan menyebut JK mendanai pihak-pihak tertentu, termasuk Roy Suryo, senilai Rp5 miliar untuk terus memperkarakan keaslian piagam Presiden Jokowi.

Merasa nama baiknya dicemarkan oleh narasi sepihak tersebut, JK akhirnya menempuh jalur norma guna memberikan pengaruh jera, sekaligus menegaskan kepada publik bahwa dirinya sama sekali tidak pernah memfasilitasi pertemuan alias mengucurkan biaya sepeser pun untuk memanaskan polemik piagam tersebut.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan