JK soal Konflik Poso-Ambon: Ade Armando Jangan Ngomong Seenaknya

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Wapres RI ke 10 & 12, Jusuf Kalla berjumpa sejumlah tokoh pelaku sejarah perundingan tenteram Malino I (Poso) dan Malino II (Maluku) di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa (21/4/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Mantan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, minta Ade Armando tak asal bicara mengenai bentrok Poso-Ambon. Hal itu disampaikan JK usai berjumpa para pelaku sejarah perdamaian Malino I dan Malino II di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (21/4).

Dalam pertemuan tersebut, JK menyebut para tokoh nan terlibat langsung dalam bentrok tersebut mengakui bahwa kondisi nan terjadi lebih berat dari nan selama ini dia sampaikan ke publik.

“Bahwa apa nan saya katakan itu betul semua. Mereka mengakui bahwa lebih dahsyat lagi daripada keadaan, lebih susah lagi. Jadi apa nan saya sampaikan ya keadaan pada waktu itu,” ujarnya

“Pelakunya sendiri Ketua Sinode, Pak Imam, Ustaz nan ada waktu itu ya menyatakan bahwa begini keadaannya, benar. Jangan Ade Armando ngomong seenaknya saja,” tegasnya.

Ia mau publik memahami kebenaran nan sebenarnya terjadi saat bentrok berlangsung. Lebih lanjut, JK mengatakan langkah ke depan diserahkan kepada para tokoh kepercayaan dan masyarakat untuk meluruskan info nan dinilai menyesatkan.

Terkait kemungkinan langkah hukum, JK menegaskan tidak bakal menempuh jalur norma dan menyerahkannya kepada masyarakat nan merasa dirugikan.

“Kalau nan merasa dipecah belah bakal memajukan (proses hukum), terserah aja. Kan sudah ada teman-teman dari Maluku, NTT, dari Sulawesi lantaran dia merasa dengan itu mereka dipecah belah,” ujarnya

Sebelumnya, JK menggelar pertemuan dengan tokoh-tokoh nan terlibat langsung dalam perdamaian bentrok Poso dan Ambon melalui Deklarasi Malino I dan II.

Langkah ini dilakukan untuk meluruskan polemik atas pernyataannya dalam pidato di Universitas Gadjah Mada (UGM) nan menuai sorotan hingga di laporkan ke Polda Metro Jaya.

Dalam pertemuan itu, sejumlah tokoh agama, baik dari pihak Kristen maupun Muslim, menegaskan bahwa pernyataan JK merupakan gambaran kebenaran sosiologis konflik, bukan corak penistaan agama.

Mereka juga mengingatkan agar rumor lama tidak dipelintir sehingga berpotensi memecah belah masyarakat.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan