Jetour T1 Berbandrol Sekitar Rp393 Juta, Resmi Mengaspal di Bandung

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Jetour T1 Berbandrol  Sekitar Rp393 Juta, Resmi Mengaspal di Bandung Jetour T1 mulai dipasarkan di Bandung.(MI/Naviandri)

PT Jetour Sales Indonesia resmi memperkenalkan Jetour T1 kepada masyarakat Bandung nan berjalan di di Bandung, Selasa (7/7). Dengan 
mengusung konsep Urban Adventure SUV, kendaraan terbaru ini datang dengan perpaduan kreasi tangguh, teknologi modern, kenyamanan premium, serta pilihan mesin bensin konvensional dan teknologi hybrid Intelligent Dual Mode (i-DM).

Area Sales Manager PT Jetour Sales Indonesia Denny Anggono menyatakan, Bandung menjadi salah satu wilayah strategis bagi perkembangan pasar 
Jetour di Indonesia. Karena itu, kehadiran Jetour T1 di kota kembang ini diharapkan bisa menjawab kebutuhan masyarakat bakal SUV nan nyaman digunakan di perkotaan sekaligus siap diajak berpetualang.

"Bandung merupakan salah satu pasar nan krusial bagi Jetour di Indonesia. Kami sangat antusias memperkenalkan  Jetour T1 kepada masyarakat Bandung sebagai Urban Adventure SUV nan menggabungkan kreasi kokoh, teknologi inovatif, kenyamanan premium, dan performa andal untuk mendukung style hidup aktif serta kebutuhan mobilitas modern," ungkap Denny nan didampingi  perwakilan dealer Shaka Pasteur, Antonius Cibro dan perwakilan AMM BKR Bandung Alfindo Wijaya.

DAYA TARIK UTAMA
Menurut Denny, salah satu daya tarik utama Jetour T1 adalah hadirnya varian  Jetour T1 i-DM nan mengusung teknologi Intelligent Dual Mode. Sistem hybrid ini mengombinasikan mesin bensin dan motor listrik  nan dapat bekerja secara otomatis sesuai kondisi jalan dan kebutuhan pengendara.

Teknologi tersebut terdiri atas tiga komponen utama, ialah mesin ACTECO 1.5 TGDI Dedicated Hybrid Engine, Dedicated Hybrid Transmission (DHT) dan baterai LFP berkapasitas 18,4 kWh. Ketiga komponen tersebut dirancang menjadi satu sistem nan saling terintegrasi sehingga bisa memberikan efisiensi sekaligus performa nan optimal.

"Mesin hybrid generasi terbaru itu menghasilkan tenaga 136 PS dengan torsi maksimum 220 Nm. Sementara motor listriknya bisa menghasilkan tenaga hingga 204 PS dan torsi 310 Nm. Efisiensi termal mesin diklaim mencapai 44,5 persen, menjadikannya salah satu teknologi hybrid dengan efisiensi tinggi di kelasnya," paparnya.

PENGISIAN DAYA
Denny menambahkan, dari sisi pengisian baterai LFP telah mendukung teknologi DC Fast Charging nan bisa mengisi daya dari 30% hingga 80% hanya dalam waktu sekitar 27 menit. Baterai tersebut juga mengantongi sertifikasi IP68 sehingga tahan terhadap air dan debu, sekaligus dirancang untuk penggunaan jangka panjang dalam beragam kondisi cuaca maupun medan.

Melalui kombinasi teknologi tersebut, Jetour T1 i-DM bisa menempuh perjalanan hingga 100 kilometer menggunakan tenaga listrik murni berasas standar WLTC. Sistem i-DM juga menawarkan beberapa mode berkendara nan bekerja secara adaptif. Pengguna dapat memanfaatkan Pure EV Drive saat berkendara di area perkotaan dengan kecepatan rendah, sementara Intelligent Hybrid bakal mengatur perpaduan mesin dan motor listrik secara otomatis sesuai kondisi jalan.

Saat kapabilitas baterai berada di bawah 20 persen, sistem bakal beranjak ke Series Drive, sedangkan ketika memerlukan percepatan maksimal, mode Parallel Drive bakal mengoptimalkan kerja mesin dan motor listrik secara bersamaan. Pada kecepatan di atas 100 km/jam, kendaraan bakal mengutamakan mesin bensin melalui mode Direct Engine Drive, nan dipadukan dengan sistem Energy Recovery melalui regenerative braking.

Selain mengedepankan teknologi elektrifikasi, Jetour T1 juga dirancang untuk menghadirkan kenyamanan maksimal bagi penggunanya. SUV ini mempunyai panjang 4.705 mm, wheelbase 2.800 mm, lebar 1.967 mm, dan tinggi 1.843 mm, sehingga menawarkan ruang kabin nan lapang dengan kapabilitas bagasi hingga 1.455 liter.

Suasana kabin semakin nyaman berkah penggunaan 79 titik peredam suara, kaca akustik dua lapis di bagian depan dan belakang, serta tingkat kebisingan kabin nan diklaim berada di bawah 40 dB saat kendaraan dalam kondisi idle. Beragam fitur pendukung kenyamanan juga disematkan, mulai dari 24 Hour Parking AC, Nap Mode, Dual Zone AC, ventilasi otomatis kabin, hingga leg rest untuk penumpang depan nan memberikan kenyamanan lebih saat beristirahat di dalam kendaraan. Untuk menunjang aktivitas luar ruang, unik jenis i-DM turut dibekali fitur Vehicle-to-Load (V2L) 3,3 kW nan memungkinkan mobil menjadi sumber listrik bagi beragam perangkat elektronik.

SISI  KESELAMATAN
Dari sisi keselamatan, Jetour T1 dibangun menggunakan struktur monocoque chassis dengan komposisi sekitar 80 persen baja berkekuatan tinggi. Kendaraan ini juga dilengkapi 13 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan selama berkendara.

Selain jenis hybrid,  Jetour juga menghadirkan T1 bermesin bensin nan tetap mempertahankan karakter Urban Adventure SUV dengan kreasi unik serta fitur premium bagi konsumen nan tetap memilih mesin pembakaran internal.

"Untuk pasar Bandung, Jetour T1 dibanderol Rp413 juta on the road, sedangkan Jetour T1 i-DM dipasarkan dengan nilai Rp566 juta on the road.
Sebagai penawaran unik selama masa peluncuran nasional, Jetour memberikan nilai spesial bagi 500 konsumen pertama. Jetour T1 dapat dimiliki dengan nilai Rp393 juta, sedangkan Jetour T1 i-DM ditawarkan Rp546 juta untuk 500 pembeli pertama di seluruh Indonesia," terangnya.

Konsumen kata Denny,  juga memperoleh beragam untung purna jual, antara lain agunan kendaraan dan mesin selama enam tahun tanpa pemisah kilometer, agunan baterai delapan tahun alias 160.000 kilometer unik jenis i-DM, serta cuma-cuma biaya jasa dan suku cadang hingga tiga tahun alias 30.000 kilometer.

Jetour T1 tersedia dalam lima pilihan warna, ialah Electroplated Green, Sand Gold, Aviation Silver, Khaki White, dan Carbon Crystal Black. Warna eksklusif Electroplated Green ditawarkan dengan tambahan biaya Rp10 juta. Masyarakat nan mau memandang langsung SUV terbaru tersebut dapat mengunjungi pameran Jetour di Sawarga Courtyard, Summarecon Mall Bandung hingga 12 Juli 2026. (E-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia