Menjelang pikulan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru), Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi melakukan tinjauan langsung ke Pelabuhan Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng, Bali, Kamis (9/7).
Dudy mengatakan peninjauan pelabuhan nan dikembangkan untuk mengurangi kepadatan lintas penyeberangan utama Jawa Bali alias Ketapang–Gilimanuk ini juga dilakukan sebagai bagian dari persiapan pikulan Lebaran 2027 nan berdekatan dengan Hari Raya Suci Nyepi.
“Kita perlu mengatasi kepadatan nan terjadi di penyeberangan Ketapang–Gilimanuk. Belajar dari pengalaman di lintas Merak–Bakauheni, kami berpandangan kepadatan kudu dipecah melalui pelabuhan alternatif,” ujar Dudy dalam keterangannya, Sabtu (11/7).
Sebelum meninjau Pelabuhan Celukan Bawang, Dudy terlebih dulu berjumpa dengan Gubernur Bali I Wayan Koster, di Gedung Kertha Sabha dan membahas percepatan penguatan prasarana transportasi di Bali pada sektor udara dan laut.
Berdasarkan kajian Kementerian Perhubungan, Pelabuhan Celukan Bawang diproyeksikan menjadi salah satu simpul krusial dalam mendistribusikan arus penyeberangan dari Jawa menuju Bali.
Kajian ini dilakukan meliputi sejumlah pengganti lintasan penyeberangan nan dapat mendukung pengedaran arus kendaraan, ialah Jangkar–Celukan Bawang, Tanjung Wangi–Celukan Bawang, Ketapang–Padang Bai/Gunaksa, dan Ketapang–Benoa.
Dudy kemudian menginstruksikan percepatan kesiapan pikulan Nataru dan pikulan Lebaran 2027 kepada PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dan PT ASDP Indonesia Ferry.
“Kami sudah meminta khususnya kepada Pelindo untuk melakukan revitalisasi agar pelabuhan ini dapat melayani penyeberangan dari Pelabuhan Jangkar, Ketapang, maupun Tanjung Wangi di Banyuwangi,” kata Dudy.
Dia mengimbau agar kajian teknis dan menyelesaikan pengembangan akomodasi sesuai sasaran waktu nan telah ditetapkan.
“Saya juga meminta Pelindo dan ASDP untuk mengkaji serta menyelesaikan seluruh persiapan sesuai sasaran nan telah ditentukan. Harapannya, pada Desember mendatang Pelabuhan Celukan Bawang sudah dapat membantu memecah arus penyeberangan,” jelasnya.
Lebih lanjut Dudy menuturkan Kemenhub juga tetap tengah dalam upaya untuk melanjutkan program water taxi sebagai moda transportasi pengganti untuk mengurangi kepadatan lampau lintas jalan.
“Kita sudah menghitung, dari airport ke Canggu bisa ditempuh sekitar 30 menit. Paling tidak ini dapat mengurangi beban jalan. Animo visitor juga cukup tinggi lantaran memberikan pengalaman perjalanan nan berbeda,” tuturnya.
Sementara pada sektor udara, Dudy mengatakan Kemenhub mendorong penguatan konektivitas udara di Bali melalui pengembangan airport eksisting.
Dia memandang banyaknya jumlah penumpang Bandara I Gusti Ngurah Rai saat ini nan mencapai sekitar 24,9 juta penumpang per tahun. Jumlah itu menurut dia telah melampaui jumlah penumpang airport tersebut sebelum pandemi COVID-19 melanda.
“Harapannya, melalui pengembangan kapabilitas bandara, jumlah tersebut dapat meningkat hingga sekitar 32 juta penumpang sehingga dapat mendukung pemerataan pembangunan,” tutupnya.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·