Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar berpidato saat penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) di IAI Syachona Mohammad Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026). . Munas dan Konbes tersebut diantaranya memutusk(ANTARA FOTO/Moch Asim/bar)
IKATAN Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Universitas Indonesia (IKA PMII UI) mencermati dinamika bentrok antar kubu kandidat nan semakin meruncing menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) terutama polarisasi pemilihan bakal tempat Muktamar.
IKA PMII UI mengaku prihatin dengan polarisasi kedua kubu tersebut sekaligus mendorong figur pengganti nan terbebas dari bentrok kedua kubu untuk maju menjadi calon ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
"Publik dan masyarakat awam susah memahami gimana faksi-faksi di NU susah menyepakati hal-hal nan tidak mendasar seperti letak tempat muktamar. Ini merugikan gambaran NU di mata publik", urai Ketua IKA PMII UI Alfanny, Kamis (2/7).
"Polarisasi nan berkepanjangan dan belum ada titik temunya hingga saat ini mendorong IKA PMII UI mendorong lahirnya figur baru nan tidak mengenai bentrok saat ini," tegasnya.
Adapun figur nan dimaksud IKA PMII UI tersebut adalah tokoh muda NU, Hery Haryanto Azumi alias berkawan disapa Gus Hery.
"Gus Hery adalah salah satu figur muda NU nan layak memimpin PBNU. Selain pernah dipercaya sebagai Ketua Umum PB PMII, Gus Hery mempunyai networking nan luas dan punya visi jelas tentang masa depan NU di tengah konstelasi kebangsaan dan geo politik global", lanjut Alfanny nan pernah dipercaya sebagai Wakil Ketua PW GP Ansor DKI Jakarta.
Alfanny berambisi Gus Hery alias siapa pun kelak nan bakal memimpin PBNU memprioritaskan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di tubuh NU.
"Alumni PMII UI telah menggagas Visi 1 Abad NU di tahun 2013 lampau dimana telah menelurkan Trilogi Pembangunan Manusia NU ialah Pendidikan, Kesehatan dan Kebudayaan," tuturnya.
"Kami minta Gus Hery alias siapapun Ketum PBNU mendatang juga punya visi nan senada," pungkas Alfanny. (H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·