Jelang Muktamar NU, Gus Yahya Ungkap Agenda Besar yang Akan Dibahas

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai mematangkan agenda Muktamar ke-35 NU nan bakal digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada 27-31 Agustus 2025. Salah satu materi nan bakal dibahas adalah penyusunan roadmap organisasi untuk 25 tahun ke depan.

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya mengatakan, penyelenggaraan muktamar di Pondok Pesantren Tambakberas mempunyai makna tersendiri bagi penduduk NU. Pesantren tersebut didirikan KH Abdul Wahab Chasbullah nan juga merupakan salah satu pendiri Nahdlatul Ulama.

"Sehingga insyaallah dengan berkah dari Pondok Pesantren Tambakberas ini, insyaallah kita bisa mengharapkan muktamar nan lancar, nan harmonis, dan harapkan hasil-hasil nan sungguh membawa manfaat, maslahat, dan berkah bagi khususnya penduduk Nahdlatul Ulama, tapi tentu saja juga bagi bangsa nan kita cintai ini, dan bagi kemanusiaan seluruhnya insyaallah," kata Gus Yahya di Kantor PBNU, dikutip Rabu (15/7/2026).

Gus Yahya mengatakan, salah satu agenda utama dalam muktamar adalah pembahasan roadmap Nahdlatul Ulama untuk 25 tahun mendatang. Menurutnya, penyusunan roadmap tersebut merupakan petunjuk Muktamar sebelumnya.

"Misalnya, nan merupakan petunjuk dari muktamar nan lampau adalah kita mengusulkan kelak kepada muktamar nan bakal datang untuk menetapkan konsep roadmap 25 tahun NU ke depan. Sudah ada materinya, tinggal dibahas," ujarnya.

Selain roadmap, PBNU juga bakal mengusulkan pembahasan mengenai konsep keulamaan sebagai bagian dari agenda transformasi pesantren.

Menurut Gus Yahya, penguatan sistem kaderisasi, pengembangan manajemen digital, hingga inisiatif ekonomi juga bakal menjadi materi nan dibahas dalam forum tertinggi organisasi tersebut.

"Demikian juga pengembangan program-program nan sudah kita jalankan tentang sistem kaderisasi, tentang manajemen digital, tentang pengembangan inisiatif-inisiatif ekonomi, dan lain sebagainya. Ini kita bakal ajukan ke muktamar nanti," katanya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita
↑