Jelang Idul Adha 1447 H, Penjualan Hewan Kurban di Pasar Manonjaya Tasikmalaya Dipenuhi Para Calo

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Jelang Idul Adha 1447 H, Penjualan Hewan Kurban di Pasar Manonjaya Tasikmalaya Dipenuhi Para Calo Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan dan Pengendalian Perdagangan Diskopukindag, Kabupaten Tasikmalaya, Salsah dan Bagian Keuangan Administrasi pada Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Hewan Manonjaya, Wawan Herlian, melakukan monitoring nilai di Pasar(MI/KRISTIADI)

JELANG Idul Adha 1447 Hijriah, penjualan hewan kurban di Pasar Hewan Manonjaya, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, mengalami penurunan hingga 10 persen. Penurunan tersebut, lantaran penjual memilih menjual melalui sistem online tanpa perantara alias calo.

Pantauan di Pasar Hewan Manonjaya, bandar, penjual, makelar penuhi beberapa blok penjualan hewan kurban dan dari mereka menawarkan kepada pembeli dengan nilai cukup tinggi. Namun, sapi kurban tersebut datang dari Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Pangandaran, Cilacap dan Madura hingga masing-masing wilayah telah disiapkan dengan letak berbeda.

Bagian Keuangan Administrasi pada Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Hewan Manonjaya, Wawan Herlian, mengatakan, hari terakhir penjualan hewan mengalami penurunan mencapai 10 persen lantaran sekarang banyak penjual memilih menjual sistem online tanpa perantara alias calo. Namun, para pembeli hewan kurban di pasar hewan Manonjaya rata-rata kudu mengeluarkan duit lebih besar.

"Hewan kurban nan dijual di Pasar Hewan Manonjaya berupa sapi, kerbau datang dari Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Pangandaran, Cilacap dan Madura tercatat ada 254 ekor hingga terjual 46 ekor. Penjualan tersebut, menurun lantaran banyak makelar nan bermain dan pembeli banyak memilih melalui online lantaran lebih simple tanpa perantara meski nilai sapi kurban ada kenaikan seharga Rp 2 juta hingga Rp 3,5 juta per ekor," ujar, Wawan Herlian, Rabu (20/5/2026).

Menurut Wawan, sapi kurban betina dijual di Pasar Hewan Manonjaya bervariatif dan harganya Rp 17,5 juta hingga Rp 21,5 juta per ekor sebelumnya hanya dijual seharga Rp 15 juta, sapi jantan sekarang Rp 15 juta hingga Rp 37 juta per ekor. Namun, sapi kurban nan dijual lebih tinggi jenis basteran limosin berasal dari Ciamis dan untuk ukuran kecil, sedang asal Cilacap, Madura, Tasikmalaya, Banjar dan Pangandaran.

"Jelang Iduladha 1447 Hijriah tahun 2026, memang penjualan sapi kurban menurun dibandingkan tahun sebelumya lantaran pandemi penyakit mulut dan kuku (PMK) ada 400 ekor. Akan tetapi, sekarang ini hanya tercatat 254 ekor dan baru terjual 46 ekor meski paling banyak pembeli memilih nilai Rp 20 juta hingga Rp 27 juta per ekor," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan dan Pengendalian Perdagangan Diskopukindag, Kabupaten Tasikmalaya, Salsah mengatakan, jelang Iduladha 1447 hijriah penjual sapi kurban di UPTD Pasar Manonjaya bervariatif mulai dari Rp 15 juta hingga Rp 37 juta. Namun, penjualan sapi kurban tersebut mengalami kenaikan antara Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per ekor.

"Penjualan domba alias kambing di UPTD Singaparna rata-rata dijual Rp 1,5 juta hingga Rp 7 juta per ekor dan kenaikan antara Rp 1,5 juta hingga Rp 2,5 juta per ekor. Untuk kebutuhan hewan kurban tetap tetap aman, dan memang tahun ini turun 10 persen dibandingkan tahun lampau lantaran para penjual menjual melalui sistem online lebih simple," pungkasnya. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia