loading...
Jejak Cumi-cumi Raksasa Sebesar Bus . Foto/ Daily
LONDON - Survei di lepas pantai Australia telah mengungkap jejak cumi-cumi raksasa dan ratusan jenis langka, nan menunjukkan bahwa ekosistem laut dalam sebagian besar tetap belum diketahui.
Para ilmuwanAustralia baru saja mengumumkan penemuan luar biasa tentang keanekaragaman hayati di ngarai dalam di lepas pantai Nyinggulu (Ningaloo), Australia Barat, termasuk jejak jenis cumi-cumi raksasa nan sangat langka.
Studi nan dipimpin oleh Curtin University bekerja sama dengan Western Australian Museum ini dilakukan di atas kapal penelitian Falkor milik Schmidt Ocean Institute (AS). Tim tersebut mensurvei ngarai bawah laut Cape Range dan Cloates, nan terletak sekitar 1.200 km di utara Perth, dan mengumpulkan lebih dari 1.000 spesimen pada kedalaman hingga 4.510 m.
Salah satu aspek unik dari penelitian ini adalah penerapan teknologi DNA lingkungan (eDNA) – sebuah metode untuk menganalisis materi genetik nan tertinggal oleh organisme di air laut – untuk mengidentifikasi jenis tanpa pengamatan langsung alias penangkapan ikan.
Hasil penelitian menunjukkan adanya jejak cumi-cumi raksasa dalam enam sampel nan diambil dari dua ngarai nan disebutkan di atas. Spesies ini berukuran sangat besar, sebanding dengan ukuran bus sekolah, dengan panjang sekitar 10-13 meter, berat hingga 275 kg, dan mempunyai mata terbesar dikerajaanhewan, dengan diameter sekitar 30 cm.
Selain itu, tim peneliti juga menemukan jejak beberapa jenis paus penyelam laut dalam seperti paus sperma kerdil (Kogia breviceps) dan paus berparuh Cuvier (Ziphius cavirostris).
10 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·