Jannik Sinner Catat Rekor Baru, Jumpa Daniil Medvedev di Semifinal Italia Terbuka

Sedang Trending 4 bulan yang lalu
Jannik Sinner Catat Rekor Baru, Jumpa Daniil Medvedev di Semifinal Italia Terbuka Ilustrasi(olympics.com)

LANGKAH Jannik Sinner di turnamen Italia Terbuka kian tak terbendung setelah memastikan diri lolos ke babak semifinal sekaligus memecahkan rekor kemenangan beruntun di turnamen level Masters 1000. 

Petenis tuan rumah itu mengukir sejarah baru usai menundukkan Andrey Rublev lewat kemenangan straight set 6-2, 6-4 pada laga perempat final nan berjalan di hadapan publik Roma nan riuh.

Kemenangan atas Rublev menjadi koleksi kemenangan ke-32 secara beruntun bagi Sinner di turnamen kasta tertinggi ATP tersebut. Catatan itu melampaui rekor sebelumnya milik Novak Djokovic nan memperkuat sejak 2011.

Rublev, nan merupakan musuh unggulan pertama nan dihadapi Sinner di Roma tahun ini, tidak bisa melakukan banyak dan melakukan 28 kesalahan sendiri sepanjang pertandingan.

Meski dominan, Sinner sempat menunjukkan tanda-tanda kelelahan dengan memegang paha kirinya menjelang akhir laga. Namun, petenis nomor satu bumi itu tetap tenang saat melakukan servis untuk mengunci kemenangan.

Ia mengakui agenda padat mulai memengaruhi kondisi fisiknya, namun tetap optimis menghadapi rangkaian turnamen berikutnya, termasuk Prancis Terbuka.

"Saya mulai merasakan bahwa saya telah bermain sangat banyak," ujar Sinner dikutip dari AFP.

"Bagaimanapun hasilnya nanti, ini tetap sebuah kemenangan bagi saya. Jika saya menang itu bagus, tetapi jika keadaan tidak melangkah baik, itu juga tidak apa-apa lantaran saya bakal mempunyai waktu beberapa hari lebih banyak untuk bersiap menghadapi Paris, nan menjadi tujuan utama saya tahun ini," imbuhnya.

Di babak semifinal, Sinner bakal ditantang oleh juara memperkuat Daniil Medvedev. Petenis Rusia tersebut melaju ke empat besar setelah memenangi laga sengit melawan lucky loser asal Spanyol, Martin Landaluce, dengan skor 1-6, 6-4, 7-5.

Medvedev sempat tertekan di set pertama sebelum akhirnya bangkit usai jarak hujan dan mematahkan perlawanan mengejutkan dari petenis berumur 20 tahun itu.

Pada sektor putri, Coco Gauff memastikan satu tempat di partai final untuk tahun kedua secara berturut-turut. Gauff berkesempatan meraih gelar pertamanya di Roma setelah mengalahkan petenis veteran Sorana Cirstea 6-4, 6-3.

Penampilan stabil dalam servis menjadi kunci kemenangan petenis Amerika Serikat tersebut di tengah cuaca musim semi Roma nan cerah.

"Saya pikir ini pertama kalinya dalam pekerjaan saya, saya merasa betul-betul stabil dengan pukulan itu," kata Gauff.

"Saya jelas tidak mau membawa sial, tetapi saya pikir kami telah menemukan resep untuk membuatnya lebih konsisten. Sekarang fokusnya adalah gimana menjadikannya sebagai senjata," imbuhnya.

Gauff bakal berhadapan dengan Elina Svitolina di laga puncak. Svitolina sukses melaju ke final setelah menumbangkan unggulan utama Iga Swiatek dalam pertarungan tiga set 6-4, 2-6, 6-2. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑