Jangan Tutup Batuk dengan Telapak Tangan, Ini Cara yang Benar

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Jangan Tutup Batuk dengan Telapak Tangan, Ini Cara nan Benar Ilustrasi(Magnific)

BATUK dan bersin sering dianggap perihal sepele nan terjadi sehari-hari. Namun, kebiasaan menutup batuk dengan telapak tangan rupanya bisa meningkatkan akibat penyebaran virus dan kuman ke orang lain. Karena itu, krusial memahami etiket batuk nan betul agar penularan penyakit dapat diminimalkan.

Melansir info dari Halodoc, flu dan beragam jangkitan saluran pernapasan dapat menyebar melalui droplets alias percikan cairan mini nan keluar saat seseorang batuk maupun bersin. Percikan tersebut bisa membawa virus dan memperkuat di udara maupun menempel pada permukaan benda.

Batuk Tanpa Penutup Bisa Sebarkan Virus

Saat seseorang batuk alias bersin tanpa menutup mulut dan hidung, droplets nan mengandung kuman dapat meluncur hingga sejauh 1,8 meter. Bahkan, beberapa jenis virus diketahui bisa memperkuat di udara selama beberapa jam dan hidup di permukaan barang hingga 48 jam.

Karena itu, menutup batuk dengan betul bukan hanya soal sopan santun, tetapi juga langkah krusial untuk melindungi orang di sekitar dari akibat tertular penyakit.

Mengapa Tidak Boleh Menutup Batuk dengan Telapak Tangan?

Banyak orang secara refleks menutup mulut menggunakan telapak tangan saat batuk. Padahal, langkah ini justru dapat mempermudah penyebaran kuman.

Setelah batuk, tangan biasanya bakal menyentuh beragam barang seperti gagang pintu, meja, ponsel, tombol lift, hingga pegangan transportasi umum. Akibatnya, virus alias kuman dapat beranjak ke permukaan barang dan menular kepada orang lain nan menyentuhnya.

Virus penyebab penyakit pernapasan juga kerap masuk ke tubuh ketika tangan nan terkontaminasi menyentuh mata, hidung, alias mulut.

Langkah nan Benar Saat Batuk alias Bersin

Untuk mengurangi akibat penyebaran penyakit, ada beberapa langkah nan dianjurkan saat batuk maupun bersin:

1. Gunakan Tisu untuk Menutup Mulut dan Hidung

Saat batuk alias bersin, tutupi area mulut dan hidung menggunakan tisu agar droplets tidak menyebar ke udara.

2. Gunakan Siku Bagian Dalam Jika Tidak Ada Tisu

Apabila tidak mempunyai tisu, gunakan bagian dalam siku untuk menutup batuk alias bersin. Cara ini dinilai lebih kondusif dibanding menggunakan telapak tangan.

3. Gunakan Masker Saat Sedang Sakit

Masker membantu mengurangi penyebaran droplets ke udara terbuka, terutama ketika berada di tempat umum alias keramaian.

4. Segera Buang Tisu Bekas

Tisu nan sudah digunakan sebaiknya langsung dibuang ke tempat sampah tertutup agar tidak menjadi sumber penyebaran kuman.

5. Cuci Tangan Setelah Batuk alias Bersin

Membersihkan tangan menggunakan sabun dan air mengalir alias hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60 persen sangat krusial dilakukan setelah batuk maupun bersin.

Selain menerapkan etiket batuk, menjaga kebersihan tangan juga menjadi langkah utama dalam mencegah penyebaran virus. Masyarakat dianjurkan rutin mencuci tangan, terutama setelah dari toilet, sebelum makan, dan setelah menyentuh barang di tempat umum. Hindari pula menyentuh area wajah sebelum tangan betul-betul bersih.

Saat sedang sakit, sebaiknya kurangi kontak bentuk seperti berjabat tangan, berpelukan, alias berciuman, terutama dengan bayi dan lansia nan mempunyai sistem kekebalan tubuh lebih rentan.

Masker nan digunakan juga perlu diperhatikan. Jika masker sudah lembap, segera tukar dengan nan baru dan hindari memakai ulang masker sekali pakai. Saat melepas masker, lepaskan dari bagian tali belakang tanpa menyentuh sisi depan masker. (Halodoc/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia