
foto ilustrasi: Gemini AI
- Ikan laut nan segar memang menggoda, namun terkadang ada oknum nan menambahkan formalin agar ikan tetap awet dan tidak sigap busuk. Formalin sendiri merupakan unsur kimia cerah berbau menyengat nan biasanya dipakai untuk desinfektan alias pengawet kayu.
Tentu saja, mengonsumsi makanan berformalin sangat berisiko bagi kesehatan. Melansir dari medicalnewstoday.com, paparan jangka panjang unsur ini bisa memicu kerusakan ginjal hingga kanker. Oleh lantaran itu, kita dituntut untuk lebih teliti saat berbelanja di pasar.
Metode Deformalisasi: Dari Cuka Hingga Garam
Salah satu langkah terkenal untuk meluruhkan unsur pengawet ini adalah dengan merendam ikan di larutan cuka. Mengutip dari researchgate.net, seorang pengajar Perikanan dari UNDIP Semarang menyebut bahwa cuka sanggup menekan kadar formalin hingga nomor fantastis, ialah 99,83%.
Namun, jika stok cuka di dapur sedang kosong, jangan khawatir. Ada pengganti lain nan lebih simpel dan ekonomis menggunakan garam dapur, seperti nan dibagikan oleh kanal YouTube Lailah Elmi Al yafei. Meski efektivitasnya sedikit di bawah cuka, langkah ini tetap sangat membantu membikin ikan lebih layak konsumsi.
Langkah-Langkah Menghilangkan Formalin Pakai Garam
Ikuti tahapannya agar ikan laut di rumah lebih kondusif untuk disantap keluarga:
1. Siapkan Rendaman: Ambil wadah besar dan masukkan ikan laut tanpa perlu dicuci terlebih dahulu. Tuangkan air biasa sampai seluruh tubuh ikan terendam sepenuhnya.

foto: YouTube/Lailah Elmi Al yafei
2. Tambahkan Garam: Masukkan 1 sendok makan garam dapur ke dalam air. Aduk perlahan hingga larut dan biarkan ikan terendam selama beberapa menit.

foto: YouTube/Lailah Elmi Al yafei
3. Bilas hingga Bersih: Setelah proses perendaman selesai, angkat ikan dan tiriskan. Terakhir, cuci bersih ikan di bawah air mengalir untuk membuang sisa-sisa formalin serta kadar garam nan menempel.

foto: YouTube/Lailah Elmi Al yafei
Menurut penjelasan pengajar Kimia dari ITS Surabaya melalui laman its.ac.id, larutan garam ini terbukti bisa memangkas kadar formalin pada ikan hingga mencapai 89,53%. Dengan berkurangnya unsur rawan tersebut, ikan laut pun jadi jauh lebih kondusif saat masuk ke meja makan.
FAQ Menghilangkan Formalin Ikan
1. Bagaimana langkah membedakan ikan nan mengandung formalin secara kasat mata?
Ikan berformalin biasanya mempunyai tekstur daging nan sangat kaku, insang berwarna merah pucat (bukan merah segar), dan tidak dihinggapi lalat meski diletakkan di tempat terbuka.
2. Apakah formalin bakal lenyap jika ikan digoreng dengan suhu tinggi?
Suhu panas saat memasak memang bisa mengurangi sebagian mini kadar formalin, namun tidak bisa menghilangkannya secara total. Melakukan perendaman sebelum memasak jauh lebih efektif untuk keamanan kesehatan.
3. Berapa lama waktu ideal merendam ikan dalam larutan garam?
Waktu ideal nan disarankan adalah sekitar 15 hingga 20 menit agar larutan garam mempunyai cukup waktu untuk menarik keluar unsur polutan dari pori-pori daging ikan.
4. Apakah rasa ikan bakal berubah menjadi terlalu asin setelah direndam garam?
Selama ikan dibilas kembali dengan air mengalir setelah proses perendaman, rasa asin nan terserap tidak bakal dominan dan tidak bakal merusak rasa original masakan.
5. Selain garam dan cuka, adakah bahan alami lain nan bisa digunakan?
Air cucian beras dan larutan air jeruk nipis juga diketahui mempunyai keahlian untuk mengurangi kadar unsur pengawet dan aroma amis pada ikan, meski persentase efektivitasnya mungkin berbeda.
(brl/tin)
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·