Penyidik Kortastipidkor Polri berbareng Polda Metro Jaya menggeledah belasan letak di Jakarta Selatan hingga Kabupaten Bogor pada Rabu (8/7/2026) hingga Kamis awal hari. Lokasi nan digeledah meliputi Kafe de'Clan Signature, Koin Money Changer di Jakarta Selatan, serta sebuah rumah di area Sentul, Bogor.
Dari penggeledahan di Kafe de'Clan Signature, interogator menyita sejumlah dokumen, peralatan elektronik, telepon genggam, serta duit tunai dalam beragam mata uang. Uang nan diamankan terdiri atas 3.130.000 dolar Singapura, 889.965 dolar Amerika Serikat, dan Rp 259.159.000. Jika dikonversi ke rupiah, nilainya diperkirakan mendekati Rp 60 miliar.
Sementara itu, dari Koin Money Changer, interogator menyita 71 item peralatan bukti dan 16 jenis mata duit asing dengan nilai sekitar Rp 7,2 miliar.
Penggeledahan kemudian bersambung ke sebuah rumah di area Sentul. Di letak tersebut, interogator menemukan sebuah brankas nan berisi tujuh koper.
Dari dalamnya disita 74 kilogram emas batangan. Penyidik juga menyita duit tunai sebesar 4.767.300 dolar Amerika Serikat, 14.083.800 dolar Singapura, serta Rp 100 juta. Total nilai duit tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp 476 miliar.
Kepala Kortastipidkor Polri, Irjen Pol. Totok Suharyanto mengatakan, rangkaian penggeledahan itu merupakan bagian dari investigasi dugaan korupsi tata kelola pasokan batu bara nan diduga menyebabkan pemadaman listrik.
Selain perkara tersebut, interogator juga mengusut dugaan korupsi dalam pengelolaan PT Asabri dan PT Jiwasraya periode 2020–2025, serta dugaan tindak pidana pencucian duit (TPPU) mengenai penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI nan berada di wilayah norma Polda Metro Jaya.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·