Italia Selidiki Menhan Israel Soal Dugaan Penganiayaan Aktivis Global Sumud

Sedang Trending 58 menit yang lalu

Italia Selidiki Menhan Israel Soal Dugaan Penganiayaan Aktivis Global Sumud

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz.

ROMA — Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, serta sejumlah pejabat senior militer, kepolisian, dan lembaga pemasyarakatan sekarang tengah diselidiki di Italia mengenai perlakuan terhadap para aktivis dalam armada support untuk Gaza.

Langkah nan diungkap jaksa Italia pada Jumat (16/10/2026) ini memperluas cakupan penyelidikan nan sebelumnya hanya berfokus pada menteri keamanan nasional Israel dari golongan sayap kanan, Itamar Ben-Gvir.

Kasus ini berangkaian dengan dugaan penyiksaan, penculikan, penganiayaan, perampasan, dan perusakan nan terjadi saat pasukan Israel mencegat sejumlah kapal nan menuju Gaza pada tahun 2025 dan 2026, demikian pernyataan instansi kejaksaan Roma.

Dilansir Al Arabiya, penyelidikan ini dimulai setelah adanya pengaduan dari 50 penduduk negara Italia nan ditahan oleh otoritas Israel menyusul dua misi "Global Sumud Flotilla" (armada kapal kemanusiaan) nan berjalan pada September–Oktober 2025 dan April–Mei 2026.

Katz tidak segera menanggapi permintaan untuk berkomentar. Pada bulan Juni, Ben-Gvir menepis berita bahwa dirinya sedang diselidiki.

Dugaan Ancaman Pembunuhan dan Penganiayaan

Jaksa mengungkapkan bahwa para aktivis nan ditahan setelah misi pertama melaporkan adanya tindakan pemukulan, cedera, ancaman pembunuhan, penghinaan, serta tuduhan terlibat terorisme.

Para aktivis nan terlibat dalam misi kedua melaporkan perlakuan nan jauh lebih kejam, termasuk pemukulan dalam kondisi gelap, serta penggunaan perangkat kejut listrik (taser) dan peluru karet, menurut pernyataan tersebut.

Pihak interogator telah mengidentifikasi sejumlah perseorangan nan merupakan bagian dari rantai komando militer dan kepolisian nan terlibat dalam operasi tersebut, ujar jaksa.

Selain Katz dan Ben-Gvir, jaksa menetapkan 12 pejabat senior militer, kepolisian, dan lembaga pemasyarakatan Israel sebagai tersangka, termasuk kepala militer Eyal Zamir.

Zamir juga tidak segera menanggapi permintaan untuk berkomentar.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑