Istana Buka Suara soal Prajurit TNI Jadi Sopir Truk BBM

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Sudah beberapa hari terakhir, pemandangan antrean panjang menghiasi sejumlah SPBU di Kota Medan, Sumatera Utara. Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) membikin kendaraan mengular sejak sore hingga larut malam.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengungkap penyebab kelangkaan BBM. Menurutnya, pengedaran terganggu akibat persoalan internal perusahaan, ialah pemecatan massal terhadap pengemudi truk pengangkut BBM.

Sebagai langkah darurat, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk menugaskan personel menjadi pengemudi sementara truk pengangkut BBM agar pengedaran kembali lancar.

Menanggapi langkah tersebut, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menilai nan terpenting adalah memastikan pengedaran BBM kepada masyarakat tetap melangkah lancar.

"Bukan masalah TNI-nya tapi gimana memastikan seluruh proses pengedaran tidak boleh ada gangguan sedikitpun untuk memastikan apa nan menjadi kebutuhan masyarakat semua terpenuhi," kata Prasetyo di Kompleks Parlemen Jakarta, Rabu 15 Juli 2026.

Sebelumnya, Bobby Nasution menuturkan, persoalan internal perusahaan tidak boleh berakibat pada kebutuhan masyarakat. Karena itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk menerjunkan personel sebagai pengemudi truk pengangkut BBM sementara, agar pengedaran kembali melangkah normal.

"TNI/Polri mengecek pengamanan untuk bisa mengganti sementara driver nan hari ini belum selesai perekrutannya. Kami minta mulai malam ini personel sudah siap untuk kontrol. Pemerintah siap men-cover sementara," jelas Bobby.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita