Israel dan Libanon Tetapkan Zona Percontohan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
 Israel dan Libanon Tetapkan Zona Percontohan Bendera Libanon dan Hizbullah(Anadolu)

PEMERINTAH Israel dan Libanon bakal menetapkan "zona percontohan" di mana kewenangan atas area tersebut bakal diberikan kepada militer Lebanon selama pembicaraan nan dimediasi Amerika Serikat berjalan di Washington, D.C. pada Selasa (23/6).

Surat berita Israel Haaretz pada Senin melaporkan bahwa langkah tersebut bakal membikin militer Israel menarik sebagian pasukannya dari area nan dikenal sebagai "Garis Kuning".

"Militer Israel bakal dipaksa menarik diri sebagian dari area Garis Kuning," tulis Haaretz dengan mengutip seorang sumber Israel nan tidak disebutkan namanya.

Garis Kuning merupakan garis imajiner nan ditetapkan Israel sekitar 8 kilometer di wilayah Libanon dari perbatasan dengan Israel.

"Para negosiator dari pihak Israel dan Libanon bakal menentukan, dalam pembicaraan mendatang, wilayah-wilayah percontohan mana saja nan bakal mengalami peralihan kewenangan dari tentara Israel ke tentara Lebanon," kata sumber tersebut.

Tentara Libanon bakal beraksi di bawah pengawasan ketat AS dan bakal mengambil alih tanggung jawab atas wilayah-wilayah nan tidak lagi dikuasai oleh tentara Israel.

Washington telah menjadi tuan rumah dalam beberapa putaran pembicaraan antara Libanon dan Israel. Amerika sekarang sedang bersiap untuk menjadi tuan rumah pembicaraan putaran terbaru pada Selasa nanti.

Meski demikian, para pejabat Israel, ketua Benjamin Netanyahu, berulang kali menegaskan tentara Israel tidak bakal mundur dari wilayah-wilayah nan didudukinya di Libanon selatan.

Tentara Israel meningkatkan serangan di Libanon pada Jumat (19/6) dan Sabtu (20/6), dengan melancarkan lebih dari 200 serangan di wilayah selatan dan timur negara tersebut. Israel mengeklaim serangan tersebut menargetkan lokasi-lokasi milik Hizbullah.

Koresponden Anadolu melaporkan banyak serangan itu menghantam rumah-rumah dan prasarana sipil. Menurut Kementerian Kesehatan Libanon, serangan pada akhir pekan lampau itu menewaskan 105 orang dan melukai lebih dari 150 orang lainnya.

Menurut info resmi dari pihak Libanon, serangan Israel sejak 2 Maret lampau telah menyebabkan lebih dari 4.100 orang meninggal bumi dan lebih dari 12.000 orang terluka.

Israel terus menduduki wilayah-wilayah di Libanon selatan, nan sebagian di antaranya telah diduduki selama puluhan tahun dan sebagian lainnya direbut selama perang 2023-2024. (Ant/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia