Inul Daratista Sebut Musik Dangdut Kini Inklusif dan Universal bagi Gen Z

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Inul Daratista Sebut Musik Dangdut Kini Inklusif dan Universal bagi Gen Z Inul Daratista(ANTARA/Muhammad Adimaja)

PENYANYI dangdut senior Inul Daratista memberikan pandangannya mengenai perkembangan musik dangdut di Tanah Air nan dinilainya semakin positif. Menurut Inul, dangdut sekarang telah beralih bentuk menjadi aliran nan inklusif, sehingga bisa merangkul beragam lapisan usia, termasuk generasi muda alias Gen Z.

Saat ditemui di Jakarta, pelantun "Buaya Buntung" ini menjelaskan bahwa pesatnya perkembangan dangdut terjadi lantaran sifat musiknya nan universal. Dangdut tidak lagi dipandang sebagai aliran klasik nan kaku, melainkan musik nan elastis untuk dipadukan dengan beragam aliran modern.

"Dangdut itu sangat universal. Baik itu pure dangdut, maupun di luar aliran dangdut, semuanya bisa menikmati. Bahkan musik dangdut itu bisa dimodifikasi menjadi apa saja," ujar Inul, dikutip Minggu (21/6).

Transformasi dan Adaptasi Genre

Inul mencatat bahwa keahlian dangdut untuk berasimilasi dengan aliran lain seperti pop, hip hop, hingga disko menjadi kunci utama meningkatnya ketenaran musik ini di kalangan anak muda. Hal ini membikin dangdut tetap relevan di tengah gempuran tren musik global.

Berikut adalah poin-poin utama pengamatan Inul Daratista mengenai elastisitas dan jangkauan musik dangdut saat ini:

Aspek Perkembangan Detail Pengamatan
Target Pendengar Semakin diminati Generasi Z dan lintas status sosial (dari rakyat jelata hingga kalangan atas).
Eksperimen Musik Modifikasi dengan aliran Pop, Hip Hop, dan Disko.
Jangkauan Wilayah Sudah merambah panggung internasional (Eropa hingga potensi ke Asia Timur).
Status Budaya Diakui sebagai "The Music of My Country" alias identitas nasional.

Kebanggaan Nasional dan Go International

Lebih lanjut, Inul menceritakan pengalamannya membawa dangdut ke kancah internasional. Ia mengenang momen saat tampil di Amsterdam, Belanda, di mana pertunjukannya tidak hanya dinikmati masyarakat umum, tetapi juga dihadiri oleh tokoh diplomatik penting.

"Waktu dulu saya nyanyi di Amsterdam juga pernah didatangi Perdana Menteri Inggris juga," kenang Inul, menekankan bahwa daya tarik dangdut bisa menembus pemisah negara dan protokol formal.

Inul berambisi dangdut terus menjadi kebanggaan nasional. Baginya, keberhasilan dangdut saat ini terlihat dari gimana musik tersebut bisa menyatukan masyarakat tanpa memandang latar belakang ekonomi.

"Kita boleh bangga dengan budaya dangdut lantaran sekarang bisa diterima nyaris seluruh masyarakat Indonesia, dari tukang becak sampai orang nan punya mobil mewah, semuanya bisa menikmati," tambahnya.

Keinginan Menjajaki Pasar Tiongkok

Menutup perbincangan, Inul mengungkapkan ketertarikannya untuk mengeksplorasi pekerjaan lebih jauh ke Negeri Tirai Bambu, Tiongkok. Selain argumen profesional, dia mengaku mempunyai motivasi pribadi lantaran mengagumi salah satu tokoh terkenal asal negara tersebut.

"Mau, mau banget (ke Tiongkok). Biar ketemu Zhang Ling He," pungkasnya sembari berseloroh. (Ant/Z-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia