Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bekerja-sama dengan Media Indonesia menggelar forum obrolan Insight Talks berjudul “Literasi Media: Cerdas di Era Kecerdasan Artifisial” di Kota Kendari, Rabu (13/5).(MI/Rahmat Rullah)
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bekerja-sama dengan Media Indonesia menggelar forum obrolan Insight Talks berjudul “Literasi Media: Cerdas di Era Kecerdasan Artifisial” di Kota Kendari, Rabu (13/5). Kegiatan nan diikuti insan pers, akademisi, mahasiswa, dan pegiat media itu membahas perkembangan kepintaran artifisial alias Artificial Intelligence (AI) serta dampaknya terhadap industri media dan kerja jurnalistik di Indonesia.
Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani, mengatakan perkembangan teknologi AI menjadi tantangan sekaligus kesempatan nan kudu dihadapi secara bijak oleh industri media nasional. Menurutnya, pemerintah saat ini tengah mematangkan instrumen izin berupa Peraturan Presiden tentang kepintaran artifisial guna menciptakan tata kelola nasional nan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. “Langkah strategis ini diambil untuk menciptakan kerangka tata kelola nasional nan tidak hanya mendorong inovasi, tetapi juga menjamin pengembangan teknologi nan etis, transparan, dan akuntabel,” ujar Farida.
Ia menegaskan, pemanfaatan AI dalam industri media tidak boleh mengabaikan nilai-nilai dasar jurnalistik seperti verifikasi, independensi, akurasi, dan tanggung jawab kepada publik. “AI boleh menjadi perangkat untuk mempercepat kerja redaksi, tetapi nurani, empati, dan verifikasi tetaplah menjadi domain absolut seorang jurnalis,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, Ketua Komisi Penelitian, Pendataan dan Ratifikasi Pers Dewan Pers, Yogi Hadi Ismanto, memaparkan mengenai pedoman penggunaan kepintaran buatan dalam karya jurnalistik. Yogi menyinggung Peraturan Dewan Pers Nomor 1/Peraturan-DP/I/2025 tentang Pedoman Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Karya Jurnalistik nan menjadi referensi bagi perusahaan pers dan wartawan dalam memanfaatkan AI secara bertanggung jawab. Menurutnya, penggunaan AI dalam jurnalistik kudu tetap berada di bawah kendali manusia dan tidak boleh menggantikan kegunaan utama wartawan dalam melakukan verifikasi informasi. “Teknologi AI membantu mempercepat proses kerja jurnalistik, tetapi tanggung jawab isi pemberitaan tetap berada pada manusia alias redaksi,” ujar Yogi.
Ia juga mengingatkan bahwa karya jurnalistik nan dihasilkan dengan support AI tetap wajib mematuhi Kode Etik Jurnalistik dan prinsip kecermatan informasi. “Jangan sampai penggunaan AI justru menghilangkan disiplin verifikasi dalam kerja pers. Kepercayaan publik kudu tetap dijaga,” katanya.
Sementara itu, Asisten Kepala Divisi Pemberitaan Media Indonesia, Iis Zatnika, membawakan materi berjudul “AI dan Kerja Jurnalistik”. Dalam paparannya, Iis menjelaskan bahwa AI dapat dimanfaatkan untuk membantu proses riset, pengolahan data, hingga penyusunan draft awal buletin agar kerja redaksi menjadi lebih efisien. Namun demikian, dia menegaskan bahwa wartawan tidak boleh sepenuhnya berjuntai pada teknologi AI tanpa proses pengecekan ulang. “AI itu perangkat bantu, bukan pengganti wartawan. Sentuhan manusia tetap dibutuhkan dalam penulisan berita, terutama dalam membangun empati, perspektif pandang, dan akurasi,” ujar Iis.
Ia juga membagikan sejumlah tips penggunaan AI dalam kerja jurnalistik, seperti memasukkan bahan hasil wawancara, tautan berita, dan info riset sebagai dasar pengolahan informasi. Menurutnya, hasil tulisan AI tetap kudu dibaca ulang dan diperkaya dengan perspektif humanis agar kualitas jurnalistik tetap terjaga. “Jurnalis wajib membaca ulang teks nan dihasilkan AI, kemudian menambahkan perspektif, deskripsi, kutipan, dan nilai-nilai kemanusiaan nan tidak dimiliki mesin,” jelasnya.
Forum Insight Talks tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan literasi media dan literasi digital di daerah, khususnya dalam menghadapi era disrupsi teknologi kepintaran artifisial nan berkembang pesat di beragam sektor, termasuk industri pers dan media massa. (X-6)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·