
Bayi sakit. (Foto: Freepik)
KASUS bayi Alena nan meninggal bumi pada usia 28 hari setelah dilaporkan diduga diberi telur mentah oleh neneknya menjadi pengingat krusial bagi orangtua. Para orangtua kudu memahami keamanan makanan untuk bayi baru lahir.
Bayi nan tetap berumur di bawah satu bulan mempunyai sistem kekebalan tubuh nan belum matang dan rentan mengalami komplikasi akibat infeksi. Karena itu, pemberian makanan alias minuman nan tidak sesuai dengan usianya perlu dihindari.
Pada usia tersebut, bayi umumnya hanya memerlukan air susu ibu (ASI). Jika ASI tidak memungkinkan alias terdapat kondisi medis tertentu, susu formula nan sesuai dapat diberikan berasas kebutuhan bayi dan rekomendasi tenaga kesehatan.
Lantas, apa saja tanda nan perlu diwaspadai jika bayi baru lahir telanjur mengonsumsi makanan nan tidak sesuai dengan usianya? Berikut penjelasannya.
1. Bayi Bisa Mengalami Muntah dan Menjadi Rewel
Dokter ahli anak, dr. Atika Nurmalitasari, Sp.A, dalam aktivitas Morning Zone nan tayang di Youtube Okezone mengatakan salah satu tanda nan mungkin muncul ketika bayi mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan nan tidak sesuai adalah muntah. Bayi juga dapat menjadi lebih rewel, susah menyusu, alias menunjukkan perubahan perilaku nan tidak biasa.
Namun, indikasi tersebut tidak selalu disebabkan oleh makanan nan diberikan. Muntah dan rewel juga dapat berangkaian dengan beragam kondisi lain, termasuk jangkitan alias gangguan pencernaan.
Karena itu, orangtua perlu memperhatikan gelombang muntah, kondisi umum bayi, serta ada alias tidaknya indikasi lain nan menyertai. Jika bayi muntah berulang kali, tampak lemas, susah dibangunkan, alias menolak menyusu, segera cari pertolongan medis. Jangan menunggu sampai kondisinya semakin memburuk.
“Jika bayi mengonsumsi makanan alias minuman selain ASI pada usia nan belum sesuai, reaksi nan mungkin muncul antara lain muntah dan rewel berlebihan. Hal ini perlu diwaspadai, terutama jika makanan nan diberikan terkontaminasi kuman dan menyebabkan infeksi,” ujar dr. Atika.
2. Waspadai Demam sebagai Tanda Infeksi
Selain muntah dan rewel, demam juga menjadi salah satu indikasi nan perlu diwaspadai pada bayi baru lahir. Jika makanan nan dikonsumsi terkontaminasi bakteri, seperti Salmonella, bayi berisiko mengalami jangkitan saluran pencernaan. Gejalanya dapat berupa demam, diare, muntah, dan gangguan asupan cairan.
Pada kondisi tertentu, jangkitan dapat berkembang menjadi lebih serius, apalagi menyebabkan sepsis. Sepsis sendiri adalah kondisi ketika respons tubuh terhadap jangkitan mengakibatkan gangguan kegunaan organ.
Meski demikian, tidak semua bayi nan mengonsumsi makanan nan tidak sesuai bakal mengalami infeksi. Demikian pula, demam tidak selalu menandakan jangkitan akibat makanan. Hal nan terpenting adalah segera memeriksakan bayi andaikan muncul indikasi nan mengkhawatirkan.
“Jika kondisi tersebut berlanjut, bayi juga dapat mengalami demam sebagai salah satu tanda infeksi,” jelas dr. Atika.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·