Ilustrasi.(Magnific)
TERKAIT pemalsuan riset ilmiah dalam konvensi ilmiah internasional untuk para mahir pneumonia, ISPPD, nan berjalan pada 17-21 Mei 2026 di Kopenhagen, Denmark, para pelaku ialah Prihantini, Rifaldy Fajar, dan Rini Winarti terlihat memberikan penjelasan dilansir dari Threads menggunakan nama Rifaldy dan Tim.
Dalam karosel foto penjelasan tersebut, mereka meminta maaf atas kejadian nan telah membikin gempar bumi riset tersebut.
"Dengan segala kerendahan hati, kami meminta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pihak atas polemik dan kegaduhan nan terjadi mengenai aktivitas konvensi internasional nan kami lakukan," tulis pernyataan tersebut.
Lebih lanjut, mereka memohon maaf bahwa partisipasi mereka dalam konvensi memang bermaksud untuk memperoleh travel grant sekaligus kesempatan untuk berjalan ke luar negeri.
"Kami juga memohon maaf bahwa dalam beberapa absurd dan presentasi terdapat penggunaan Al secara berlebihan dan tidak semestinya, termasuk kombinasi falsfying Al dalam proses penyusunan, framing, dan representasi penelitian. Hal tersebut membikin beberapa karya kami tidak disusun dengan standar transparansi akademik nan seharusnya," lanjutnya.
Mereka juga menyatakan memohon maaf atas kurangnya pemahaman dan etika dalam menjalankan aktivitas penelitian dan akademik. Terkait afiliasi, mereka memohon maaf bahwa beberapa lembaga dicantumkan tanpa izin maupun keterlibatan resmi dari lembaga terkait.
"Kesalahan tersebut sepenuhnya berasal dari pihak kami," jelas pernyataan tersebut.
Mereka juga meminta maaf mengenai penggunaan hubungan organisasi riset independen nan pada penyampaiannya menimbulkan kesalahpahaman seolah-olah merupakan lembaga umum resmi.
Selain itu, mereka mengakui ada pencantuman nama beberapa perseorangan nan tidak datang alias tidak terlibat langsung dalam konvensi tertentu, serta presentasi nan diwakili oleh satu orang untuk beberapa nama penulis sekaligus. Hal tersebut merupakan kesalahan mereka.
"Kami juga memohon maaf bahwa tindakan kami telah menimbulkan kekecewaan dan merusak kepercayaan banyak pihak terhadap integritas akademik. Kami betul-betul menyesali seluruh tindakan dan keputusan nan telah kami ambil. Kami berkomitmen untuk tidak mengulangi perihal serupa lagi dan bakal menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran besar dalam hidup kami," tutur pernyataan tersebut.
"Sekali lagi, kami memohon maaf kepada seluruh pihak nan dirugikan, termasuk institusi, individu, panitia konferensi, organisasi akademik, dan masyarakat luas. Terima kasih," tutupnya. (I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·