Gedung Danantara.(Antara)
MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) mengusulkan kepada pemerintah untuk membentuk "Danantara Syariah" guna mengkonsolidasi seluruh potensi ekonomi dan finansial syariah di Indonesia nan dinilai tetap melangkah sendiri-sendiri. Wakil Ketua Umum MUI Muhammad Cholil Nafis di sela-sela aktivitas Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-8 di Jakarta, Jumat (24/7), memaparkan bahwa saat ini lembaga Daya Anagata Nusantara (Danantara) telah datang untuk mengkonsolidasi seluruh kekuatan ekonomi nasional.
Namun, dia menyayangkan belum ada wadah unik di dalam Danantara nan bekerja mengkonsolidasi ekosistem finansial syariah. Padahal, Cholil menyebut potensi ekonomi syariah di Tanah Air sangatlah masif, mulai dari sektor perbankan, asuransi, pasar modal, BPRS, BMT, hingga kekuatan biaya sosial seperti amal dan wakaf.
Ia mencatat perputaran biaya syariah pendidikan nan dikelola oleh negara saja mencapai sekitar Rp930 triliun, sementara nan dikelola swasta mencapai lebih dari Rp2.000 triliun. "Kita mau ada nan mengkonsolidasi ekonomi ini. Ketika dikonsolidasi, maka kekuatan bakal besar, cost of fund (biaya pendanaan) dalam proses upaya bakal lebih murah, dan kekuatannya bisa mengerjakan proyek-proyek nan lebih besar," ujar Cholil.
Untuk mewujudkan perihal itu, MUI mengusulkan agar Danantara dapat difungsikan sebagai super holding, sementara "Danantara Syariah" bertindak sebagai holding khusus untuk menggerakkan ekonomi umat.
Cholil membeberkan bahwa karakter unik kekuatan ekonomi syariah sangat bertumpu pada penyaluran angsuran (lending) kerakyatan dan sektor konsumen di tingkat masyarakat akar rumput, bukan semata-mata bermain di tingkat dunia alias pasar modal.
"Karena ekonomi syariah itu berbeda dengan ekonomi konvensional, punya karakter nan berbeda dan juga punya pola upaya nan berbeda," kata Cholil Nafis.
Dorongan atas usulan tersebut juga ditegaskan oleh Ketua Umum MUI Anwar Iskandar. Ia menyoroti kebenaran bahwa sebagai negara dengan kebanyakan masyarakat Muslim terbesar, penyelenggaraan dan pengoptimalan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia hingga sekarang tetap belum mencapai titik nan diharapkan
"Ada konsep dari kami untuk lahirnya sebuah 'Danantara Syariah Indonesia'. Kami minta support dari semua pihak dalam rangka mengoptimalkan ekonomi syariah agar terkoordinir dengan sebaik-baiknya," kata Anwar.
Anwar optimistis bahwa kehadiran wadah terpusat seperti "Danantara Syariah" bakal menjadi mesin penggerak kekuatan baru untuk mengangkat harkat, martabat, dan kesejahteraan ekonomi umat di Republik Indonesia. (Ant/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·