Liputan6.com, Jakarta - Kapten Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo melangkah pelan meninggalkan lapangan Stadion Dallas, Texas, semalam. Langkahnya lebih pelan dari biasanya.
Pertandingan nan berhujung dengan kekalahan Portugal atas Spanyol semalam bukan sekadar akhir pertandingan. Pertandingan itu menjadi penutup perjalanan seorang legenda di panggung terbesar sepak bola.
Tak ada selebrasi, tak ada air mata nan berlebihan, hanya kalimat sederhana nan menyiratkan sebuah era telah selesai. Cristiano Ronaldo memastikan pertandingan itu menjadi penampilan terakhirnya di arena Piala Dunia.
”Ini adalah Piala Dunia terakhir saya, ya… tapi sekarang saya bakal punya waktu untuk berpikir, berbareng keluarga, dan hidup terus berlanjut," ujar Ronaldo kepada wartawan di mix zone usai laga kontra Spanyol.
Selama dua dekade, nama Cristiano Ronaldo selalu datang ketika Piala Dunia digelar. Kini, setelah enam jenis turnamen dan sederet rekor nan sukses diukir, dia memilih mengucapkan selamat tinggal dengan hati nan tenang.
Bagi Ronaldo, hasil akhir memang menyakitkan, tetapi penyesalan bukan bagian dari kisahnya. Dia merasa telah memberikan seluruh keahlian nan dimiliki untuk Portugal hingga peluit panjang berbunyi.
"Saya baik-baik saja, sedih kudu meninggalkan Piala Dunia dengan langkah seperti ini. Namun, seperti nan saya katakan kemarin dalam konvensi pers, saya sudah memberikan nan terbaik dan saya pergi dengan hati nan tenang."
Pemain berumur 41 tahun itu tidak mau mengambil keputusan secara emosional setelah kekalahan tersebut. Ia memilih menikmati waktu berbareng family sebelum memikirkan langkah berikutnya dalam karier.
"Itu adalah kehidupan seorang pesepak bola. Terkadang kami menang, terkadang kalah, dan kami kudu terus melangkah. Kenyataannya, itu adalah Piala Dunia terakhir saya, dan sekarang saya bakal mempunyai waktu berbareng family agar tidak mengambil keputusan secara emosional."
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·