Pemerintah Indonesia lewat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengusulkan pembentukan perlindungan penduduk negara ASEAN di luar area Asia Tenggara. Jika terwujud maka forum itu bakal mempertemukan para kepala bagian urusan konsuler negara-negara di Asia Tenggara.
Kemlu RI berambisi forum itu menjadi wadah pertukaran informasi, penyusunan standar operasional, hingga peningkatan kapabilitas abdi negara konsuler.
Juru Bicara Kemlu, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, mengatakan forum itu bakal beranggotakan pejabat setingkat kepala alias kepala bagian dari masing-masing kementerian luar negeri nan menangani urusan kekonsuleran dan perlindungan penduduk negara.
"Tadi nan seperti saya sampaikan di awal bahwa nan menjadi personil dalam pertemuan ini andaikan kelak sudah terbentuk dan bisa melangkah adalah pejabat-pejabat pada tingkat kepala ataupun kepala bagian dari masing-masing negara nan menangani isu-isu kekonsuleran dan juga perlindungan penduduk negara," kata Nabyl dalam konvensi pers di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (23/7).
Menurut Nabyl, forum tersebut bakal difokuskan pada penguatan koordinasi antarnegara ASEAN dalam menangani persoalan kekonsuleran nan melibatkan penduduk negara.
"Modalitas dan sistem pekerjaannya dari forum ini ialah adalah mengenai koordinasi support bersama, kemudian pertukaran info dan best practices," ujarnya.
Selain itu, forum juga bakal menyusun pedoman, prosedur operasional standar (SOP), serta perangkat kerja nan berkarakter praktis untuk mempermudah koordinasi antarnegara ASEAN.
Kemlu juga mengusulkan adanya program training dan peningkatan kapabilitas bagi pejabat nan menangani rumor kekonsuleran agar perlindungan terhadap penduduk negara ASEAN dapat dilakukan secara lebih efektif.
"Selain itu juga ada penyusunan pedoman, SOP, dan perangkat kerja nan sifatnya cukup praktis, serta training dan peningkatan kapabilitas pejabat-pejabat nan menangani rumor kekonsuleran, dan juga penguatan perlindungan penduduk ASEAN sebagai bagian dari tujuan ASEAN juga nan lebih berorientasi pada masyarakat," jelas Nabyl.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·