Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia saat ini berada pada fase ageing population dengan persentase masyarakat lanjut usia mencapai 11,97%. Data ini terungkap dalam Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 nan dipaparkan BPS hari ini, Selasa (5/5/2026). Hasil SUPAS 2025 mempertegas adanya penuaan masyarakat di Indonesia.
"Indonesia memasuki fase ageing population ditunjukkan dengan proporsi masyarakat berumur 60 tahun ke atas mencapai lebih dari 10," ujar Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Selasa (5/5/2026).
Persentase Penduduk Lanjut Usia (lansia) terus meningkat dari 7,59% pada 2010, menjadi 8,47% pada 2015, dan tetap meningkat pada tahun 2020 menjadi 9,93%. Pada 2025, persentase masyarakat lansia mencapai 11,97%, terdiri atas 12,61% lansia wanita dan 11,34% lansia laki-laki.
Penuaan masyarakat juga membawa implikasi krusial bagi penyediaan jasa sosial, kesehatan, dan sistem perlindungan nan lebih responsif terhadap kebutuhan lansia.
"22 provinsi belum memasuki aging population dan 16 provinsi memasuki aging population," kata Amalia.
Dinamika penuaan masyarakat menunjukkan ragam nan cukup besar antarwilayah. Dari info BPS, seluruh provinsi di Jawa telah memasuki aging population. Sedangkan, Maluka dan Papua belum aging population.
Berdasarkan SUPAS 2025, DI Yogyakarta mempunyai persentase masyarakat lansia tertinggi, ialah 17,83%, diikuti oleh Jawa Timur (15,45%), dan Bali (15,07%). Sebaliknya, persentase masyarakat lansia terendah terdapat di Papua Tengah (6,71%), Papua Barat (6,77%), dan Papua Selatan (6,81%).
"Yogyakarta mempunyai lansia tertinggi 17,83%. Penduduk lansia terendah di papua tengah 6,71%," ujarnya.
SUPAS 2025 juga memberikan gambaran mengenai sumber utama perolehan uang/ peralatan masyarakat lansia. Adapun, Amalia mengatakan sebagian besar lansia memperoleh duit alias peralatan dari family (suami/istri, anak/menantu, saudara/famili lain) dengan proporsi sebesar 48,56%.
"Sumber utama perolehan uang/barang berikutnya adalah dari pekerjaan dengan kontribusi 37,72%. Selain itu, lansia mengandalkan duit pensiun (8,82%), agunan sosial alias support sosial (2,42%), dan lainnya (1,35%). Sementara itu, kontribusi dari tabungan dan investasi tercatat paling rendah, ialah 1,13%," katanya.
(haa/haa)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·